Paguyuban Petani Koro Pedang Dideklarasikan, Bibit Waluyo Berharap Jateng menjadi Percontohan

Ketua Dewan Pembina Paguyuban Petani Koro Pedang Indonesia (PPKPI) Letjen (Purn) Bibit Waluyo melantik kepengurusan PPKPI tingkat DPP, DPW, dan DPD di Aula Perpustakaan MAJT, Sabtu (27/7/2024). Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) –  Ketua Dewan Pembina Paguyuban Petani Koro Pedang Indonesia (PPKPI) Letjen (Purn) Bibit Waluyo berharap petani akan semakin berdaya dan berdampak pada pengurangan angka kemiskinan. Hal ini dikatakan pada deklarasi PPKPI di Aula Perpustakaan Masjid Agung Jawa Tengah, Sabtu (27/7/2024).

“Komitmen Presiden terpilih, Pak Prabowo Subianto adalah pengentasan kemiskinan, salah satunya dengan menanam koro pedang. Pemerintah harus peduli dan tuku (membeli-Red) produk pertanian rakyat (koro pedang-Red). Saya yang nanti akan melaporkan dan akan bertanggung jawab, asal petani serius dan menyiapkan lahannya,” kata Bibit yang juga Gubernur Jateng periode 2008-2013 itu.

Dalam deklarasi tersebut sekaligus dikukuhkan 50 pengurus DPP PPKPI, dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus di sejumlah daerah. Bibit berkomitmen mendukung pengentasan kemiskinan, dengan cara menanam jenis kacang-kacangan, yaitu koro pedang.

Dia menegaskan, petani bisa uji coba menanam dengan jumlah bibit sedikit terlebih dulu. Setelah berhasil bisa menanam lebih banyak lagi. Jika berhasil, maka Jateng bisa menjadi percontohan koro pedang di tingkat nasional.

Selain pengurus DPP PPKPI, juga dikukuhkan empat kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yakni Jateng, Maluku, Lampung, dan Jatim, serta 10 Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Pengurus yang dikukuhkan tampil kompak dengan memakai seragam batik bercorak gambar koro pedang, perpaduan warna hitam dan kuning.

Selain deklarasi juga ada talkshow, pameran produk berbahan koro pedang, tanam dan panen raya, serta lomba-lomba. Pengurus PPKPI diisi sejumlah ahli dan tokoh seperti Prof Dr KH Noor Achmad MA, Prof Dr Rohmat Pambudi, Prof Dr Mudzakkir Ali, Prof Dr Suprihati Winarto, dan Prof Dr Mahmutarom.

Ada pula H Sukadi Wibisono (Ketua Umum DPP), Dr Rosi Prabowo, Dr Agus Somamihardja, Dr Nor Hadi, Dr (Hc) Joko Susanto, dan Apt Emy Susanti. Wakil Ketua I DPP PPKPI, Nor Hadi mengatakan, potensi pertanian di Indonesia luar biasa.

Karakteristik koro pedang ini juga bisa menggantikan posisi kedelai yang 80 persen produk impor.  “Manfaatnya banyak, bisa menjadi bahan untuk tahu, tempe, kue brownis, dan farmasi. Kebutuhan koro pedang ini juga cukup besar, seperti pabrik Kacang Dua Kelinci, satu minggu butuh 30 ton,” ungkapnya.

Pembentukan PPKPI, menurut dia, merupakan salah satu cara bagaimana petani memperoleh bibit dan memberi solusi tentang pemasarannya. “Jadi paguyuban petani juga harus bersinergi dengan perusahaan,”ujarnya.

Sementara itu, Noor Achmad yang juga Ketua PP Masjid Agung Jawa Tengah mengatakan prospek koro pedang menjanjikan. Sebab punya banyak manfaat dengan kandungan protein yang sangat tinggi.

Selain itu bisa digunakan dalam program makanan bergizi gratisn yang dicanangkan pemerintah. Dia berharap ke depan koro pedang dimanfaatkan pemerintah untuk mendukung swasembada pangan. St

Share This Article
Exit mobile version