in

Tim PkM Departemen HI FISIP Undip Gandeng Karang Taruna Tingkatkan Potensi Pariwisata Alam di Temanggung

Tim PkM Departemen Hubungan Internasional FISIP Undip menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pemberdayaan karang taruna di Kabupaten Temanggung. Foto: dok

TEMANGGUNG (Jatengdaily.com)- Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Departemen Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertajuk “Pemberdayaan Karang Taruna di Kabupaten Temanggung dalam Rangka Berkontribusi Terhadap Tercapainya Tujuan SDGs Ke-16”.

Diselenggarakan di aula kantor Badan Kesbangpol Kabupaten Temanggung, Senin (10/6/2024), tim yang diketuai oleh Maula Hudaya, S.Hub.Int., M.A. dan beranggotakan Dr. Dra. Rr. Hermini Susiatiningsih, M.Si., Muhammad Faizal Alfian, S.IP., M.A., Dhaifan Salhan Darari Ardiantoro, serta Ardi Cipta Jaya tersebut melakukan penyuluhan terhadap Karang Taruna dan perwakilan organisasi-organisasi pemuda tingkat SMA mengenai penguatan institusi demi menciptakan harmoni di objek-objek wisata di Kabupaten Temanggung.

Menurut Maula, latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini sejalan dengan agenda Dinbudpar Kabupaten Temanggung yang tengah berfokus mengembangkan potensi wisata alam di Temanggung.

Agenda tersebut didasari oleh geografis Temanggung yang didominasi oleh kontur dataran tinggi dan berbatasan langsung dengan Gunung Sumbing dan Sindoro sehingga memiliki keindahan alam luar biasa yang berpotensi menarik wisatawan. Hingga saat ini, sudah banyak wisata alam yang berkembang di Temanggung, dan Sebagian besar di antaranya dikelola oleh masyarakat setempat.

Pengelolaan objek wisata oleh warga lokal merupakan hal yang baik karena dapat memberikan lapangan kerja serta meningkatkan taraf ekonomi mereka. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, maka pengelolaan objek wisata berbasis masyarakat berpotensi menimbulkan perselisihan antara warga dengan wisatawan maupun warga dengan sesamanya terkait berbagai aspek seperti persaingan harga dagangan, perselisihan mengenai lahan parkir, hingga benturan budaya antara wisatawan dengan kebudayaan lokal.

Oleh karenanya, Tim PkM Departemen HI FISIP Undip menekankan pentingnya penguatan institusi pengelolaan objek wisata yang mengedepankan dialog rutin antar seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan kesepahaman dan kerukunan sehingga dapat meminimalisir potensi konflik.

”Karang Taruna dan pemuda secara umum dapat memainkan peran penting dalam agenda perwujudan SDGs ke 16 tersebut. Hal ini karena Karang Taruna dan pemuda sering kali dianggap sebagai pihak yang netral, sehingga mampu menjadi penengah yang ideal di masyarakat,” jelasnya. she

Written by Jatengdaily.com

Akan Diwisuda, 1.081 Mahasiswa Unissula Dapat Pembekalan

Lulusan Fakultas Hukum Unissula Berdaya Saing Tinggi