UNGARAN (Jatengdaily.com) – Tim PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa (Hima) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Semarang telah melaksanakan Program Peningkatan Pendidikan di Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang pada Senin, 22 Juli 2024.
Program Peningkatan Pendidikan hadir karena minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Desa Ketapang masih cukup rendah, oleh karena itu PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Semarang menciptakan program peningkatan pendidikan untuk membantu memberikan informasi dan berharap mampu meningkatkan kualitas diri.
Baca Juga:Pemkot Semarang Inisiasi Lomba Desain Bangunan Gedung Hijau
Program Peningkatan Pendidikan terdiri atas tiga kegiatan yaitu sarasehan, taman edukasi, dan posko beasiswa.
Sasaran dari program peningkatan pendidikan yaitu perempuan yang berusia produktif dengan rentan usia 19 tahun sampai dengan 64 tahun.
Tim PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Universitas Negeri Semarang membagi dua kelas, kelas pertama dihadiri oleh ibu-ibu, dan kelas yang kedua dihadiri oleh remaja yang duduk di bangku SMP dan SMA.
Undangan yang hadir terdiri atas narasumber, Tim Pengabdian Dosen BK Unnes, dan siswa-siswa Sekolah Perempuan Teras Harmoni yang jumlahnya mencapai empat puluh orang.
Pada kegiatan Sarasehan Pentingnya Pendidikan bagi Perempuan menghadirkan narasumber Dosen Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Semarang, Edwindha Prafitra Nugraheni, S.Pd., M.Pd.,Kons.
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih enam puluh menit diberikan materi terkait peran orang tua membangun resiliensi karier anak. Siswa-siswa Sekolah Teras Harmoni pada awalnya diberikan instruksi untuk mengerjakan pre-test terkait peran orang tua resiliensi karier anak dan juga mengerjakan post-test di akhir acara.
Peserta yang menghadiri acara juga diberikan kesempatan untuk bertanya kepada narasumber terkait materi yang sudah disampaikan.
Salah satunya ada yang bertanya bagaimana meningkatkan kepercayaan diri orang tua apabila tidak memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi.
Narasumber memberikan pemahaman apabila orang tua tidak memiliki latar belakang yang tinggi tidak menutup kemungkinan orang tua tersebut bisa mengambil perannya dalam mendukung karier anak dengan cara selalu belajar dari berbagai sumber tidak hanya dari pendidikan.
“Setelah mengikuti kegiatan kelas perempuan yang bertema peran orang tua membangun resiliensi karier anak, kita sebagai orang tua harus semakin bijak dalam memberikan arahan, bimbingan kepada anak baik berkaitan dengan perilaku anak, pendidikan dan karier anak ke depannya.”
“Sebagai orang tua tidak boleh bersifat otoriter kepada anak. Kita bisa melibatkan anak dalam segala hal.” ungkap Siti Roki’ah, warga Dusun Ketapang.
Setelah terlaksananya kegiatan ini diharapkan orang tua yang ada di Desa Ketapang mampu mendapatkan informasi dan memiliki kesadaran penuh atas pentingnya peran orang tua atas pentingnya peran orang tua dalam membangun resiliensi karier anak-anaknya.
Penulis PPK Ormawa Hima BK Unnes-St
