DEMAK (Jatengdaily.com)– Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) kembali digelar di sekolah-sekolah di Kabupaten Demak. Program dari Kementerian Pendidikan ini tidak hanya menjadi sarana ujian bagi siswa, tetapi juga berfungsi sebagai pemetaan mutu pendidikan di satuan pendidikan dasar dan menengah.
Kabid Pembinaan SD dan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Nadhif Alwi, menjelaskan ANBK dilaksanakan setahun sekali dengan tujuan memberikan gambaran menyeluruh tentang kualitas sekolah.
“ANBK mengukur kemampuan literasi, numerasi, karakter siswa, serta kondisi lingkungan belajar. Hasilnya ditampilkan dalam Rapor Pendidikan, yang bisa menjadi acuan sekolah untuk perbaikan ke depan,” ungkapnya.
Peserta ANBK meliputi siswa kelas V SD, kelas VIII SMP, kepala sekolah, dan seluruh guru. Mekanismenya, sekolah harus menyiapkan akun Bioportal untuk mengunggah data peserta, menyiapkan server serta ruang ujian. Siswa peserta kemudian menggunakan username dan password di aplikasi Exambrowser Client sebelum mengerjakan soal maupun mengisi survei.
Kepala SD Negeri Bintoro 5 Demak, Kingkin Purwoko, menyebut ANBK memiliki peran strategis dalam peningkatan mutu pendidikan. “ANBK bisa disebut rapor satuan pendidikan. Peserta dipilih acak oleh pemerintah, sebanyak 30 siswa kelas V. Hasilnya bukan untuk kelulusan, melainkan pijakan dalam pembenahan mutu sekolah,” jelasnya.
Kingkin menambahkan, kelas V dipilih karena dianggap mewakili capaian siswa selama menempuh pembelajaran. “Prestasi akademik maupun non-akademik diukur di kelas V. Jadi hasil ANBK benar-benar menjadi cermin mutu sekolah,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa apresiasi pemerintah kepada sekolah turut mendasarkan pada Rapor Pendidikan hasil ANBK. “Karena itu, sekolah harus siap dari sisi teknis maupun non-teknis. Hasil ANBK akan sangat menentukan langkah sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” pungkasnya.rie-she


