
SEMARANG (Jatengdaily.com)- Hujan yang mengguyur Semarang sejak Rabu (22/10) kemarin, membuat lalu lintas kendaraan dari dan menuju Demak terputus. Sampai pagi ini, ketinggian air di Jalan Pantura Kaligawe, Semarang, Jawa Tengah mencapai 80 sentimeter.
Bahkan sejumlah truk yang melintas terjangan banjir tampak belum dapat bergerak akibat genangan air yang cukup tinggi. Arus kendaraan tersendat mulai dari sekitar Jembatan Kaligawe hingga Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang.
Sejumlah truk yang melintas di jalur Pantura Kaligawe tampak belum dapat bergerak akibat genangan air yang cukup tinggi.
Namun, beberapa truk mulai bergerak meski perlahan. Kondisi ini berangsur membaik berkat petugas TNI dan Polri yang membantu mengatur arus lalu lintas sehingga kemacetan mulai terurai.
Komandan Koramil 06/Genuk Kodim 0733/KS, Mayor Inf Rahmatullah mengatakan kemacetan yang terjadi di ruas tersebut disebabkan oleh sejumlah truk yang mogok setelah nekat menerjang banjir. Truk-truk itu diketahui mogok di depan RSI Sultan Agung Semarang akibat ketinggian air sekitar 70 sampai 80 sentimer.
“Mereka memaksa atau kondisi kendaraan yang sudah lama antre, sudah lama antre sehingga ada masuk air ke salah satu sistem angkutan itu. Jadi mengakibatkan truk yang semula aktif bisa terhenti mogok di tengah-tengah jalan raya ini,” kata Rahmatullah, Jumat (24/10/2025).
Dia menyebut kondisi banjir di kawasan Pantura Kaligawe, Semarang, saat ini sudah berangsur surut dengan ketinggian air sekitar 60 sentimeter, jika dibandingkan dengan kondisi pada pagi hari.
“Saat ini ketinggian sekitar 60 sudah mulai surut. Semoga dengan cuaca yang cerah kembali. Sehingga membuat warga Genuk bisa berangsur pulih kembali dan aktivitas angkutan terutama yang pengantar logistik dari arah Semarang ke Demak dan Demak ke Semarang kembali normal,” pungkasnya. adri-she