Cuaca Ekstrem Masih Terjadi di Jateng, Masyarakat Diminta Waspada

Ilustrasi hujan. Foto: Pixabay.com

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Saat ini wilayah Indonesia terpantau adanya gangguan atmosfer yang menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Jawa Tengah.

Berdasarkan data dari Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas II Ahmad Yani- Semarang, hasil analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan aktifnya adanya sirkulasi siklonik di wilayah Kalimantan menyebabkan pembentukan wilayah pertemuan massa udara dan belokan angin di Jawa Tengah.

Selain itu juga disebabkan aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby di wilayah Jawa, mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif di sekitar wilayah Jawa Tengah, kelembapan udara di berbagai ketinggian cenderung basah sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan yang menjulang hingga ke lapisan atas.

Juga adanya labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di Jawa Tengah. Kondisi ini mengakibatkan meningkatnya pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulunimbus) yang berpotensi menyebabkan curah hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Jawa Tengah.

Berdasarkan pantauan hasil analisis dinamika atmosfer di atas, beberapa wilayah Jawa Tengah yang perlu diwaspadai memiliki potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang pada periode 23 – 25 Januari 2025.

Kepala Stasiun BMKG Kelas II Ahmad Yani Semarang Yoga Sambodo SP mengatakan, masyarakat yang tinggal dan beraktifitas di wilayah rawan bencana dihimbau untuk terus waspada dan siaga terutama saat terjadi hujan lebat untuk mengantisipasi dampak yang dapat terjadi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, sambaran petir, dan pohon tumbang.

Sejumlah wilayah yang mengalami hal tersebut pada tanggal 23 Januari 2025 adalah Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Kabupatn/Kota Magelang, Boyolali, Klaten, Sragen, Blora, Remabang, Grobogan, Demak, Jepara, Temanggung, Kab. Semarang, Salatiga, Kendal, Batang, Kab. Pekalongan, Pemalang, Kab. Tegal, Brebes dan sekitarnya.

Pada tanggal 24 Januari meliputi: Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Kab./Kota Magelang, Kebumen, Boyolali, Jepara, Rembang, Pati, Blora, Grobogan, Kudus, Sragen, Pemalang, Kota/Kab. Semarang, Demak, Salatiga, Kab. Pekalongan, Batang, Kendal, Boyolali, Klaten, Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Kab. Tegal, Brebes dan sekitarnya.

Pada tanggal 25 Januari meliputi: Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Boyolali, Karanganyar, Temanggung, Salatiga, Kab. Semarang, Grobogan, Kendal, Rembang, Blora, Sragen, Batang, Pemalang, Jepara, Pati, Kab. Tegal, Kab. Pekalongan dan sekitarnya.  she

 

Share This Article
Exit mobile version