DEMAK (Jatengdaily.com)- Komitmen membantu pendidikan anak dari keluarga prasejahtera kembali ditunjukkan Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (LGN OTA) Kabupaten Demak. Tahun 2025, lembaga ini menyalurkan bantuan dana pendidikan kepada lebih dari sepuluh ribu pelajar yang membutuhkan.
Ketua LGNOTA Demak, HM Agus Nugroho LP, menyampaikan bahwa penyaluran ini merupakan hasil iuran para orang tua asuh yang dikumpulkan selama satu tahun terakhir. Program tersebut bertujuan membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya terancam tidak melanjutkan sekolah karena kendala biaya. “Kami berupaya memastikan bahwa tidak ada anak yang berhenti sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujarnya.
Hingga 1 Desember 2025, dana yang terkumpul mencapai Rp 2.192.756.500. Agus optimistis jumlah itu masih dapat bertambah menjelang akhir tahun sehingga mendekati capaian 2024 yang berada di kisaran Rp 2,3 miliar. “Semoga ada tambahan paling tidak hingga menyamai tahun lalu,” katanya.
Dari dana tersebut, LGN OTA menyalurkan bantuan kepada 9.412 siswa SD/MI, masing-masing menerima Rp 200 ribu, dan 1.033 siswa SMP/MTs dengan bantuan Rp 300 ribu. Total penerima mencapai 10.445 anak, yang seluruhnya berasal dari keluarga kurang mampu.
Sebagai bentuk penghargaan, tiga kecamatan dengan penggalangan dana tertinggi turut diumumkan. Kecamatan Bonang menempati posisi pertama dengan perolehan Rp 257.350.000, diikuti Kecamatan Karanganyar sebesar Rp 181.400.000, dan Kecamatan Demak dengan Rp 174.240.000.
Agus menyebut keberhasilan penggalangan dana di atas Rp 2 miliar secara konsisten tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah. “Ini berkat dorongan Ibu Bupati, Pak Wabup, Pak Sekda, para pimpinan OPD, serta direktur BUMD. Kami menghaturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras,” ujarnya.
Penyaluran dana OTA 2025 turut dihadiri Ketua LGNOTA Jawa Tengah, Ny Ali Mufiz, yang mengapresiasi upaya Kabupaten Demak dalam memperkuat perlindungan pendidikan anak-anak miskin.
Bupati Demak, dr Hj Eisti’anah SE, pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi meski tahun ini bersamaan dengan berbagai agenda pengumpulan dana sosial lainnya.
“Walaupun pendapatan tidak sebanyak tahun sebelumnya, Demak tetap mampu menunjukkan kepedulian luar biasa. Terima kasih kepada semuanya. Program ini juga berdampak positif dalam menekan angka putus sekolah,” katanya.
Dengan tersalurkannya dana OTA tahun 2025, Demak kembali menegaskan komitmennya dalam memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak. rie-she


