SEMARANG (Jatengdaily.com)- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara resmi melepas keberangkatan kontingen olahraga masyarakat untuk mengikuti Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tanggal 26 Juli hingga 1 Agustus 2025. Acara pelepasan digelar pada Sabtu (19/7) di komplek GOR Jatidiri Semarang.
Secara resmi pelepasan kontingen Jawa Tengah dilaksanakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah H. Sumarno, SE., MM. Pelepasan sedcara simbolik dengan penyerahan bendera Pataka kepada Ketua Umum KORMI Jawa Tengah , Edi Purwanto, S. Pd, M. Pd didampingi kepala DISPORAPAR , Jawa tengah , Muhamad Masrofi, S. Sos, M.Si. Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas semangat para pegiat yang akan bertanding dalam ajang nasional dua tahunan itu.
“FORNAS bukan sekadar perlombaan, tetapi ajang untuk menunjukkan kekuatan budaya olahraga masyarakat, sportivitas, dan semangat kebersamaan dari berbagai daerah. Kami bangga kepada seluruh kontingen dari Jawa Tengah. Mari tampil maksimal, jaga nama baik provinsi, dan harumkan Jateng di kancah nasional,” ujar Sumarno.
Ketua KORMI Jawa Tengah Edi Purwanto dalam laporan resminya menyampaikan bahwa Jawa Tengah mengirimkan kontingen sejumlah 870 orang, yang terdiri dari 771 pegiat dan 99 official, mewakili 49 INORGA yang telah terdaftar dalam sistem resmi FORNAS hingga batas waktu pendaftaran 16 Juli 2025 pukul 23.59 WIB.
Dari total tersebut, sebanyak 230 pegiat terfasilitasi oleh dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui APBD, sementara 640 pegiat lainnya berangkat secara mandiri. Dalam pernyataannya, Edi Purwanto mengungkapkan bahwa efisiensi menjadi prinsip utama dalam keberangkatan kontingen tahun ini.
“Kami awalnya hanya bisa memberangkatkan 120 pegiat melalui jalur udara. Namun karena keterbatasan anggaran, kami ubah skema transportasi menggunakan moda kapal laut. Dengan prinsip efisiensi dan kebersamaan, justru kuota bisa ditingkatkan hingga 230 orang yang difasilitasi,” jelas Edi.
Ia menegaskan bahwa semangat gotong royong dan solidaritas yang ditunjukkan para pegiat dan pendamping menjadi cerminan semangat olahraga masyarakat yang sesungguhnya—bukan hanya tentang prestasi, tapi juga nilai-nilai kebersamaan dan partisipasi.
Menjadi peserta tetap dalam setiap penyelenggaraan FORNAS, Jawa Tengah kini menetapkan target yakni masuk ke dalam 3 besar nasional.
“Ini bukan hanya harapan, tapi target realistis yang kami tetapkan. Dengan kekuatan 49 INORGA dan dukungan dari pemerintah serta masyarakat, kami optimistis Jawa Tengah mampu meraih posisi tiga besar dalam FORNAS tahun ini,” ujar Edi Purwanto dengan penuh keyakinan.
Menurutnya, pencapaian ini bukan semata tentang medali atau penghargaan, tetapi tentang legacy—bahwa olahraga masyarakat di Jawa Tengah mampu tumbuh, hidup, dan menjadi bagian penting dari budaya sehat di tengah masyarakat.
Keberangkatan kontingen terbagi menjadi tiga kloter, yaitu pada tanggal 24, 26, dan 28 Juli 2025. Seluruh pegiat akan mengikuti cabang olahraga masyarakat di NTB yang berlangsung selama sepekan.
Kegiatan ini sejalan dengan misi besar FORNAS, yakni membangun budaya olahraga berbasis kegemaran, kekhasan lokal, serta kebugaran jasmani masyarakat. Ketua Panitia Keberangkatan Kontingen, Anton Asfihani, menyebutkan bahwa setiap kloter telah dipersiapkan secara matang, baik dari sisi logistik, akomodasi, kesehatan, hingga pelatihan fisik dan mental.
Sementara itu, Kepala DISPORA Jateng H. Muhamad Masrofi, S.Sos., M.Si. dalam keterangannya menyebutkan bahwa FORNAS adalah refleksi dari pembangunan sektor olahraga yang tidak hanya terfokus pada prestasi tinggi, tetapi juga menyasar seluruh lapisan masyarakat agar hidup aktif, sehat, dan produktif.
Acara pelepasan ditutup dengan penyerahan bendera kontingen oleh Sekda Jateng kepada Ketua KORMI Jawa Tengah, disertai doa bersama dan yel-yel semangat dari seluruh pegiat. Semangat “Sehat, Bugar, Gembira, Luar Biasa!” menggema mengiringi keberangkatan kloter pertama. she


