SEMARANG (Jatengdaily.com)— Direktur Sumber Daya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Prof. Dr. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T., mengatakan, jejaring karier Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) dihadirkan sebagai ruang strategis untuk mempertemukan alumni PMDSU dengan perguruan tinggi, lembaga riset, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, pengelola PMDSU menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya ekosistem tersebut. Ia menegaskan bahwa para alumni PMDSU merupakan doktor-doktor muda dengan potensi dan produktivitas akademik yang luar biasa.
“Ini adalah ruang untuk mempertemukan alumni PMDSU dengan perguruan tinggi dan lembaga riset. Akan sangat disayangkan jika alumni dengan potensi besar tidak tersalurkan ke dunia akademik dan pendidikan,” ujarnya.
Program PMDSU telah berjalan sejak tahun 2013 atau hampir 12 tahun. Berdasarkan data yang dipaparkan, sekitar 80 hingga 81 persen alumni PMDSU telah terserap ke perguruan tinggi, menunjukkan kuatnya orientasi program ini dalam mencetak akademisi unggul.
Keberhasilan tersebut didukung oleh sistem pendidikan PMDSU yang intensif selama empat tahun. Di dalamnya terdapat pendampingan ketat dari promotor dan ko-promotor, kolaborasi riset dengan perguruan tinggi luar negeri, serta penguatan kualitas publikasi ilmiah.
“Kami telah mendidik sarjana unggul dengan sistem yang sangat intensif. Karena itu, penting untuk membangun ekosistem agar alumni PMDSU dapat bertemu dan terhubung langsung dengan perguruan tinggi dan lembaga riset yang sesuai dengan profil dan keahliannya,” jelasnya, Selasa (23/12/2025) di Semarang.
Dia mengatakan hal itu dalam Soft Launching Jejaring Karier PMDSU, sebuah platform fasilitasi kolaborasi yang menghubungkan alumni Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dan pemangku kepentingan lainnya, yang digelar oleh Kemdiktisaintek.
Kegiatan ini diikuti oleh para Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), LLDIKTI, promotor, alumni dan mahasiswa penerima PMDSU ini menjadi langkah awal implementasi platform strategis yang dirancang untuk memperkuat kontribusi talenta doktor muda bagi pembangunan pendidikan tinggi dan riset nasional. Ke depan, jejaring karier PMDSU diharapkan semakin memperkuat kontribusi doktor muda Indonesia dalam pengembangan pendidikan tinggi dan riset nasional.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Prof. Dr. Badri Munir Sukoco, S.E., MBA., Ph.D., menyatakan kesiapan dunia kerja dalam menyerap lulusan Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU).
Menurut Prof. Badri, kualitas lulusan PMDSU dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan industri dan lembaga strategis nasional. Ia menegaskan bahwa Danantara Indonesia saat ini membutuhkan sumber daya manusia unggul yang memiliki kompetensi akademik kuat serta keahlian yang relevan dengan bidangnya.
“Kami siap menyerap. Danantara sangat membutuhkan talenta-talenta unggul yang sesuai dengan bidang keahliannya,” ujar Prof. Badri dalam sebuah kegiatan akademik.
Ia menambahkan, kehadiran jejaring karier PMDSU menjadi langkah penting untuk menjembatani alumni dengan dunia kerja, sekaligus memastikan lulusan dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan nasional.
Program PMDSU sendiri dinilai strategis dalam mencetak peneliti dan akademisi muda berkualitas, yang tidak hanya berkiprah di dunia pendidikan, tetapi juga mampu menjawab tantangan sektor industri dan lembaga negara.
Kebijakan Unggulan
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) saat ini adalah Prof. Dr. Khairul Munadi, ST., M.Eng. menegaskan bahwa PMDSU merupakan salah satu kebijakan unggulan dalam menyiapkan sumber daya manusia doktoral yang unggul, berdaya saing global, dan berkarakter kepemimpinan ilmiah. Namun demikian, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, melainkan dari dampak nyata yang dihasilkan oleh para alumninya.
“Alumni PMDSU merupakan sumber talenta strategis bagi pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia dosen dan peneliti nasional. Karena itu, kami mendorong perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk secara aktif memanfaatkan platform Jejaring Alumni PMDSU sebagai rujukan dan basis kolaborasi,” tegas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi
Lebih lanjut, Dirjen Pendidikan Tinggi menekankan bahwa Jejaring Karier PMDSU dirancang sebagai ruang interaksi yang dinamis antara lulusan dan calon lulusan PMDSU dengan institusi pengguna.
“Koneksi antara lulusan dan calon lulusan PMDSU dengan kebutuhan institusi dapat terus di-engage melalui platform ini, sehingga proses pertemuan talenta dan kebutuhan berlangsung secara terbuka, berkelanjutan, dan berbasis data,” tambahnya.
Hingga saat ini, Program PMDSU telah melibatkan 28 perguruan tinggi penyelenggara dengan total 1.719 mahasiswa, menghasilkan 3.164 publikasi terindeks internasional bereputasi, serta memperluas jejaring akademik global melalui program mobilitas dan kerja sama di 40 negara mitra PKPI. Selain itu, PMDSU telah melahirkan 873 alumni yang berpotensi besar untuk memperkuat regenerasi dosen dan peneliti nasional.
Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Diktisaintek Berdampak, yang menekankan bahwa setiap program pengembangan sumber daya manusia harus menghasilkan dampak yang nyata, terukur, dan berkelanjutan. Data yang terhimpun dalam platform Jejaring Karier PMDSU diharapkan dapat membantu pemerintah memetakan sebaran talenta doktor muda, mengidentifikasi kebutuhan penguatan bidang ilmu, serta memperkuat regenerasi dosen dan peneliti nasional.
Direktorat Sumber Daya sebagai pengampu program diharapkan terus menyempurnakan platform ini secara bertahap, adaptif, dan partisipatif, dengan melibatkan masukan dari para pemangku kepentingan.
Soft launching ini menandai dimulainya fase implementasi awal Jejaring Karier PMDSU dan menjadi fondasi penguatan ekosistem alumni PMDSU yang lebih terstruktur, kolaboratif, dan berdampak bagi kemajuan pendidikan tinggi dan riset Indonesia. she
