Komisi D DPRD Provinsi Jateng Dorong Lanjutan Bantuan Rumah Apung di Demak

Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah Hj Ida Nursa'dah bersama jajaran anggota komisi D saat meninjau rumah apung di desa Timbulsloko Sayung Demak. Foto : sari jati
Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah Hj Ida Nursa’dah bersama jajaran anggota komisi D saat meninjau rumah apung di desa Timbulsloko Sayung Demak. Foto : sari jati

DEMAK (Jatengdaily.com)– Harapan warga pesisir yang bertahun-tahun hidup di tengah genangan rob mulai menemukan titik terang. Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah meninjau langsung pembangunan rumah apung di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, sebagai upaya mencari solusi permanen bagi masyarakat terdampak rob.

Kunjungan kerja tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hj Ida Nursa’dah SPdI MH, bersama rombongan. Mereka meninjau kondisi permukiman warga sekaligus melihat progres pembangunan rumah apung yang kini menjadi perhatian banyak pihak.

Dari hasil peninjauan, diketahui lima unit rumah apung telah rampung dibangun, sementara sepuluh unit lainnya masih dalam tahap penyelesaian. Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak. Tiga unit di antaranya merupakan bantuan dari CSR Bank Jateng, sedangkan sisanya hasil kerja sama antara APBD Kabupaten Demak dan swadaya penerima bantuan, dengan nilai pembangunan sekitar Rp120 juta per rumah.

Ida Nursa’dah menyampaikan, rumah apung menjadi jawaban atas kondisi geografis Timbulsloko yang kini sebagian besar telah digenangi air laut. Dengan desain khusus, bangunan tersebut dapat mengikuti tinggi-rendahnya permukaan air sehingga tetap aman meski terjadi pasang. “Ketika air laut naik, rumah pun ikut naik. Warga tidak lagi terkepung air rob seperti sebelumnya,” terangnya.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa bantuan pemerintah tidak dapat diberikan sekaligus karena keterbatasan anggaran. Namun, mengingat manfaat besar yang dirasakan masyarakat, pihaknya akan memperjuangkan agar program rumah apung dapat kembali dimasukkan dalam anggaran tahun 2026. “Kami akan terus berkoordinasi dengan Disperakim Provinsi Jateng dan Dinperkim Kabupaten Demak agar program ini berlanjut,” tambahnya.

Selain perumahan, Ida menilai kebutuhan transportasi juga penting bagi warga yang tinggal di wilayah rob. Menurutnya, kendaraan air menjadi sarana vital untuk memudahkan aktivitas harian masyarakat. “Nanti juga akan kami dorong adanya bantuan transportasi. Bila anggaran belum mencukupi, kami akan upayakan melalui CSR perusahaan-perusahaan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Timbulsloko, Nadhiri, menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 1.100 kepala keluarga di desanya, dengan 140 KK tinggal di Dukuh Timbulsloko dan 50 KK di Dukuh Bogorame. Kedua wilayah tersebut termasuk yang paling parah terdampak rob. “Sudah 15 tahun daerah kami terendam air laut. Kami berharap seluruh warga bisa mendapatkan rumah apung atau rumah panggung,” ujarnya.

Kehadiran Komisi D DPRD Jateng diharapkan menjadi langkah lanjutan untuk mempercepat penanganan masalah rob yang telah lama menghantui pesisir Demak. Warga pun menaruh harapan besar agar program rumah apung dapat terus berlanjut sehingga mereka bisa hidup lebih layak meski di tengah tantangan perubahan alam. Rie-she

Share This Article
Exit mobile version