SEMARANG (Jatengdaily.com)- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI) Semarang melepas sebanyak 308 Wisudawan dari D3, S1 Pariwisata dan S1 Manajemen. Acara digelar bersamaan dengan peringatan Dies Natalis ke-55 di Patra Hotel, Sabtu (29/11/2025).
Direktur STIEPARI, Haniek Listyorini SE MBA mengatakan, STIEPARI mencetak lulusan yang siap memasuki pangsa kerja. Bahkan, sebelum lulus, mahasiswa STIEPARI telag melakukan magang di sejumlah tempat, termasuk di luar negeri. Magang kerja tersebut rata-rata satu tahun, dan telah digaji.
”Dan setelah lulus mereka bisa kembali bekerja di luar negeri atau dalam dengan mitra-mitra yang ada pada kami. Mereka telah berpengalaman, sehingga mudah diterima kerja dan diminati pangsa pasar. Selain itu, dampaknya saya pikir mereka penghasil devisa ya. Kalau setahun ini saja 160 mahasiswa kami yang magang di luar negeri, seperti Malaysia, Jepang, Taiwan, dan Turki,” jelasnya.
”Jadi mereka bisa menghasilkan devisa, per anak bisa Rp 10 juta sampai Rp 15 juta gaji per bulannya saja kan sudah berdampak pada keluarga masing-masing di Indonesia. Nah itu semoga program ini memberikan dampak pada pendapatan ekonomi keluarga mereka masing-masing,” jelasnya.
Selain itu, STIEPARI juga bekerjasama dengan beberapa mitra untuk melakukan penelitian dan pengembangan pariwisata di wilayah Jateng. Kerjasama itu diwujudkan melalui program pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu dari tiga pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Kami saat ini sedang terlibat di Kabupaten Temanggung yang membutuhkan program pemasaran pariwisata dari produk sampai promosinya. Kami juga membantu Pemkab Semarang dalam melakukan kajian terhadap kelayakan BUMDes untuk program ketahanan pangan di 23 desa,” jelasnya.
Melalui pengabdian itu, lanjut dia, dapat meningkatkan kreatifitas dan kompetensi dari mahasiswa. Karena mereka terjun dan terlibat langsung dalam pengabdian pengabdian kepada masyarakat. Dengan pendampingan dosen, para mahasiswa ini memberikan solusi terhadap permasalahan di tengah masyarakat.
“Sehingga mahasiswa memiliki kreativitas untuk bisa membantu memecahkan masalah lapangan. Misalnya untuk UMKM dengan kreatifitas membuat oleh-oleh yang baru, olahan makanan dan untuk pariwisata, mereka membuatkan paket-paket wisata desa wisata,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Nias Selatan, Yusuf Nache ST MM yang hadir dalam kesempatan ini menyampaikan terimakasih kepada STIEPARI yang membantu meningkatkan kualitas SDM di Nias Selatan. Program 3in1 Stiepari sangat membantu Pemkab dalam upaya pengentasan pengangguran di Nias Selatan. Program 3in1 adalah dimana STIEPARI kerja sama dengan LPK dalam kursus dan penempatan pekerja sambil nanti kuliah di STIEPARI Semarang.
“Kedepan mereka ini kalau lepas mereka bisa mandiri, berkarya di luar Pulau Nias maupun membangun Kota Nias. Kalau mereka sudah bisa dapat bekerja, bisa mandiri tentunya akan meningkatkan perekonomian yang ada di Nias Selatan,” ucapnya.
Ia pun berharap, melalui ilmu pariwisata yang didapatkan di Stiepari generasi muda ini ikut mengembangkan sektor pariwisata di Nias Selatan. Karena sektor pariwisata di Nias Selatan menjadi primadona bagi wisatawan mancanegara.
“Primadona di Nias Selatan itu adalah pariwisata, terutama surfing yang sudah bertaraf internasional. Maka bekal ilmu yang mereka dapatkan di sini, kita berharap akan bisa mereka aplikasikan di sektor pariwisata Nias Selatan,” paparnya. she


