SEMARANG (Jatengdaily.com)– Dua mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) berhasil menjadi delegasi terpilih dalam ajang Central Java Youth Sustainability Forum (CJYSF) 2025 yang diselenggarakan oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Acara ini berlangsung pada Sabtu, 3 Mei 2025, di Kota Semarang.
Kegiatan ini mengangkat tema “Pengembangan IPTEK dalam Adaptasi Teknologi melalui Riset dan Inovasi (Studi Kasus: Green Hydrogen)”, yang berfokus pada upaya mendukung target pemerintah Indonesia dalam transisi energi menuju nol emisi karbon (zero emission carbon) pada tahun 2030.
Forum ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk memahami lebih dalam peran mereka dalam isu keberlanjutan dan pengembangan energi hijau berbasis inovasi dan teknologi.
Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi jangka panjang lembaga dalam mempercepat transisi energi di Indonesia melalui peran aktif generasi muda.
“Sebagai generasi muda yang melek akan teknologi, saya harap teman-teman bisa menjadi agen perubahan dalam gerakan zero emission carbon yang direncanakan pemerintah, khususnya Pemerintah Jawa Tengah, dan bisa menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing,” tutur Fabby.
Proses seleksi untuk mengikuti forum ini terbilang ketat. Sebanyak 750 peserta dari seluruh wilayah Jawa Tengah mendaftarkan diri melalui program kelas daring yang digelar oleh IESR sebagai tahap awal. Dari jumlah tersebut, hanya 150 peserta yang dinyatakan lolos untuk mengikuti acara puncak di Semarang.
Kelas daring tersebut tidak hanya menjadi wadah edukasi, tetapi juga sebagai indikator keseriusan peserta dalam memahami isu-isu strategis terkait keberlanjutan, khususnya di bidang energi dan teknologi.
Dari ratusan peserta yang mendaftar, dua mahasiswa Unissula, yakni Selvi Novita (mahasiswa Program Studi Sastra Inggris) dan Thuba Fahmi Ubaidillah (mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi), berhasil lolos seleksi dan mengikuti forum secara langsung.
Selvi Novita menyampaikan rasa syukurnya dapat bergabung dengan forum ini.
“Dalam kelompok kami, kami menggagas dua solusi konkret: pertama, mengolah sampah plastik menjadi paving block yang bisa digunakan untuk infrastruktur lingkungan.
Inovasi ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tapi juga memberikan manfaat fungsional dan bernilai ekonomis.
Kedua, kami juga mengangkat ide pembuatan plastik ramah lingkungan dari saripati ketela.
Plastik ini mudah terurai dan dapat menjadi alternatif yang lebih aman bagi bumi.
Ketela sebagai bahan lokal sangat potensial, dan bisa memberdayakan petani sekaligus mengurangi ketergantungan pada plastik konvensional.”ungkapnya.
Sementara itu, Thuba Fahmi yang juga aktif dalam kegiatan organisasi dan kepemudaan di kampus, turut serta dalam sesi diskusi kelompok yang mengangkat isu strategis seputar teknologi.
“Dari sekitar 150 peserta, kami dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membahas satu isu yang telah ditentukan sebelumnya. Kelompok kami kebagian topik mengenai Pengenalan IPTEK bagi Kalangan Muda-Mudi. Dalam kelompok tersebut, kami mempresentasikan pentingnya penguasaan IPTEK di era digital saat ini, di mana akses terhadap informasi begitu mudah dan terbuka. Harapannya, generasi muda bisa menjadi motor penggerak kemajuan teknologi yang berkelanjutan,” jelas Fahmi.
Selain sesi diskusi dan presentasi kelompok, kegiatan ini juga dilengkapi dengan talkshow, workshop, dan pameran inovasi energi hijau yang terbuka untuk seluruh peserta.
Para peserta mendapatkan wawasan dari para ahli, akademisi, serta praktisi di bidang energi terbarukan dan pembangunan berkelanjutan.
Central Java Youth Sustainability Forum 2025 ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi generasi muda untuk lebih terlibat dalam gerakan transisi energi dan menjadi bagian dari solusi terhadap tantangan lingkungan global di masa depan. she
