Papan Safety Sign, Penjaga Kecil di Depan SD Negeri 3 Belor

3 Min Read
Nadya Nur Rizqia, mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyerahkan papan safety. Foto:dok
Nadya Nur Rizqia, mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyerahkan papan safety. Foto:dok

GROBOGAN (Jatengdaily.com)  – Matahari pagi menyinari halaman SD Negeri 3 Belor ketika sekelompok siswa berbaris rapi menyaksikan sesuatu yang baru berdiri kokoh di tepi jalan desa. Bukan tiang bendera atau gapura, melainkan sebuah papan sederhana bertuliskan peringatan: “Hati-Hati Banyak Anak-Anak.”

Papan itu dibuat oleh Nadya Nur Rizqia, mahasiswi Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tengah menjalani program KKN GIAT-12 SKM di Desa Belor. Ide ini muncul dari kepedulian mendalamnya terhadap keselamatan siswa yang setiap hari harus melintas di jalan depan sekolah—jalan yang kerap ramai dengan lalu lintas kendaraan.

“Anak-anak harus merasa aman ketika berangkat dan pulang sekolah. Papan ini adalah pengingat kecil, tapi penting, bagi para pengguna jalan,” ungkap Nadya, saat menyerahkan karyanya secara langsung kepada pihak sekolah.

Proses pembuatan papan tidak dilakukan seorang diri. Nadya menggandeng pihak sekolah dan mendapat dukungan masyarakat sekitar. Setelah melakukan survei, papan akhirnya dipasang di titik jalan paling strategis—tempat di mana kendaraan sering melaju kencang.

Momen penyerahan pada 22 Agustus 2025 lalu berlangsung sederhana namun sarat makna. Para guru dan siswa menyambut dengan wajah antusias, sementara Kepala SD Negeri 3 Belor menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang peduli terhadap keselamatan generasi muda. “Papan ini bukan hanya simbol, tetapi wujud nyata perhatian pada anak-anak kami,” ujarnya.

Kini, setiap kendaraan yang melintas akan berhadapan dengan pesan singkat namun tegas itu. Sebuah kalimat sederhana yang bisa menjadi penyelamat nyawa.

Lebih dari sekadar papan peringatan, safety sign ini adalah upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat: bahwa keselamatan anak-anak adalah tanggung jawab bersama. Dengan langkah sederhana ini, Nadya dan tim KKN UNNES menegaskan bahwa perubahan besar sering berawal dari ide kecil yang dijalankan dengan hati.

Sejalan dengan tagline “Bersama UNNES GIAT, Membangun Indonesia dari Desa,” papan keselamatan ini menjadi saksi bahwa mahasiswa dapat hadir tidak hanya sebagai pengajar dan pendamping, tetapi juga pelindung—menjaga tawa anak-anak tetap riang tanpa takut terhenti di jalanan desa mereka sendiri. Penulis: Tim KKN Unnes GIAT-12 SKM di Desa Belor, Grobogan.

Share This Article
Exit mobile version