Primaya Hospital Semarang Luncurkan Layanan Smart Fertility Clinic in IVF

CEO Smart Fertility Clinic, dr. Laura Leandra Setiawan. Foto: Siti KH

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Primaya Hospital Group  meluncurkan Smart Fertility Clinic in Vitro Fertilization (IVF) di Semarang, Jumat (8/8/2025).

Launching tersebut merupakan yang ke 4, setelah sebelumnya telah buka di Bekasi, Jakarta dan Makasar.

Direktur PT Smart Fertilitas Indonesia, dr, Laura Leandra S mengatakan, soft opening Smart Fertility Clinic in IVF di Primaya Hospital Semarang ini diharapkan akan membantu pasangan suami istri yang belum mendapatkan anak.

Smart Fertility Clinic Semarang merupakan salah satu klinik fertilitas terlengkap dengan menghadirkan fasilitas dan teknologi terkini yaitu Time Lapse Incubator, MIRI Evidence, ICSI, IMSI, analisa kromosom modern dengan metode PGTA/PGT-M, ERA / MIRA untuk Embryo Transfer yang optimal , Embryo – Sperm – Oocyte Preservation, PRP Endometrium dan sebagainya.

“Kami melihat banyak pasangan dari Semarang dan sekitarnya harus menempuh perjalanan jauh ke kota besar bahkan keluar negeri untuk menjalani program kehamilan. Dengan hadirnya Smart Fertility Clinic di Semarang, kami berharap proses ini bisa dilakukan lebih nyaman, efisien, dan tetap dengan kualitas layanan terbaik,” ujar dr. Laura,

Menurut dr. Laura, kebutuhan akan layanan fertilitas dan program bayi tabung (IVF) di Jakarta dan sekitarnya sangat tinggi, dan hal ini sejalan dengan potensi yang dimiliki oleh Kota Semarang. Dengan populasi yang besar dan angka infertilitas nasional yang mencapai sekitar 11%–12% pada pasangan usia subur, Smart Fertility Clinic optimis bahwa cabang Semarang dapat melayani lebih dari 1.000 pasien program fertilitas setiap tahunnya, termasuk 250 hingga 300 siklus program bayi tabung (IVF). Klinik ini juga menargetkan tingkat keberhasilan program IVF di atas 50%, sejalan dengan standar internasional.

“Banyak hal yang membedakan klinik fertilitas kami dengan klinik IVF yang lain. Selain dari sisi teknologi terbaru, program layanan kami juga sangat holistik tidak hanya terbatas pada bayi tabung semata, melainkan permasalahan fertilitas pada umumnya hingga saat memasuki periode menopausal. Solusi yang ditawarkan oleh klinik kami sangat beragam, dan disesuaikan (tailor made) dengan kebutuhan konsumen atau pasien kami, di mana setiap pasien akan ditemani oleh Patient Support Fertility Clinic yang mendampingi pasien selama mengikuti program fertilitas di tempat kami. Dan uniknya, layanan istimewa di Smart Fertility Clinic tersebut tidaklah menjadi layanan yang mahal atau eksklusif, namun justru sangat terjangkau oleh keluarga Indonesia,” tambah dr Laura lagi.

Ada lima dokter yang menggawangi Smart Fertility Clinic in IVF di Primaya Hospital ini, dengan penanggungjawabnya adalah Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG, MPH, Subsp. FER, FRANZCOG (Hons), FICRM.

dr Laura mengatakan, jika saat ini infertilitas atau ketidaksuburan (kondisi medis dimana pasangan suami istri mengalami kesulitan untuk mencapai kehamilan) mengalami peningkatan.

Hal ini bisa dipicu karena gaya hidup diantaranya makan yang tidak sehat (banyak makan makanan yang mengandung pengawet, makanan cepat saji dan lainnya). Juga karena faktor lingkungan seperti polusi.

Penyebab infertilitas bisa berasal dari pihak wanita, laki-laki, maupun faktor lain seperti gaya hidup dan genetis.

Namun, dengan adanya teknologi bayi tabung atau in Vitro Fertilization (IVF) dengan didukung teknologi modern, dengan harga terjangkau pula, dapat menjadi salah satu solusi terbaik bagi pasangan yang sulit mendapatkan keturunan.

”Peminat cukup banyak. Dari Smart Fertility Clinic in Vitro Fertilization yang telah buka, rata-rata ada 100 pasien per harinya. Sedangkan untuk program bayi tabung tingkat keberhasilannya adalah dari 10 pasien, tujuh pasien berhasil,” jelasnya.

Untuk pembukaan Smart Fertility Clinic in Vitro Fertilization (IVF) di Primaya Hospital saat ini banyak ditawarkan paket diskon. Sedangkan untuk program bayi tabung minimal berkisar Rp 40 juta-an sampai Rp 125 juta.

Tokoh Fertilitas dan Bayi Tabung Indonesia sekaligus Founder dari Smart IVF, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG, MPH, Subsp. FER, FRANZCOG (Hons), FICRM mengatakan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi kesuburan dapat berasal dari faktor istri misalnya gangguan haid, mioma, kista, sumbatan saluran telur, maupun faktor suami di antaranya kelainan sperma dan gangguan pengeluaran sperma.

“Bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) menjadi metode reproduksi buatan yang paling efektif. Metode ini semakin populer di Indonesia, terbukti dari tingginya jumlah tindakan bayi tabung yang dijalankan di tahun 2023 mencapai lebih dari 14.000 cycles,” ucapnya.

Dengan beberapa metode fertilitas tidak hanya bayi tabung tetapi beragam paket yang sesuai dengan pasangan dan dengan biaya yang terjangkau, sehingga pasien tidak perlu ke luar negeri.

Bayi tabung  menjadi metode reproduksi buatan yang paling efektif. Untuk program bayi tabung, menurutnya rata-rata tingkat keberhasilan adalah 70 persen.

”Jadi, pasangan suami istri dalam program bayi tabung ini, akan diambil sel telur dan embrio yang paling baik, kemudian didukung dengan alat dan teknologi yang modern dan sumber daya manusia (SDM) yang baik juga, yang selanjutnya dilakukan sejumlah langkah lainnya.” jelasnya.

CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, menyampaikan bahwa kehadiran Smart Fertility Clinic di berbagai kota besar di Indonesia merupakan bentuk nyata komitmen Primaya dalam menjawab kebutuhan layanan fertilitas yang terus meningkat.

“Hadirnya Smart Fertility Clinic di berbagai kota di Indonesia merupakan bukti komitmen kami untuk terus bertumbuh mengikuti kebutuhan masyarakat Indonesia. Selain memberikan fasilitas dengan teknologi yang mumpuni, kami juga didukung oleh dokter dan tenaga medis yang profesional dan berpengalaman. Besar harapan kami, Smart Fertility Clinic dapat menjadi solusi kesuburan terpercaya bagi masyarakat, khususnya pasangan suami istri di Indonesia.”

Leona menambahkan, pihaknya optimis bahwa Smart Fertility Clinic mampu bersaing dengan fasilitas IVF lainnya, termasuk klinik-klinik di luar negeri, berkat fokus pada peningkatan kualitas layanan dan hasil klinis yang optimal. she

Share This Article
Exit mobile version