Safari Ziarah Ulama Milad ke-50 MUI, Jejak Cinta Umat yang Tak Pernah Padam

Wakil Sekjen MUI KH Abdul Manan Ghani, didampingi Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi dan Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda (PPMH) Kajen Margoyoso, PatiKH Abdul Ghoffar Rozin mengikuti ziarah kubur di makam KHMA Sahal Mahfudh. Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati HUT Ke-50 Majelis Ulama Indonesia (MUI). Foto:dok

PATI  (Jatengdaily.com) – Di tengah suasana hening dan khidmat di kompleks makam waliyullah KH Mutamakin, Kajen, Margoyoso, Pati, senin (21/7/2025), kecintaan umat kepada ulama kembali menemukan bentuknya, doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan, ayat-ayat suci yang dilantunkan dengan hati yang teduh, serta kenangan yang dikenang dengan penuh hormat.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, Dr KH Ahmad Darodji MSi, memimpin langsung prosesi ziarah ke makam KH MA Sahal Mahfudh, tokoh besar yang pernah memimpin MUI sekaligus Rais Aam PBNU.

Dalam suasana yang sarat kekhusyukan, ziarah ini bukan sekadar ritual, tetapi wujud nyata cinta umat kepada ulama—yang tetap lestari meski mereka telah berpulang.

“Cinta umat kepada ulama tidak akan lekang oleh waktu, tidak terpengaruh ruang. Ini bukti bahwa perjuangan mereka tetap hidup di hati umat,” tutur KH Ahmad Darodji dengan suara lembut namun penuh makna.

Ziarah diawali dengan pembacaan surat Yasin yang dipimpin oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Pati Prof Dr KH Abdul Karim, dilanjutkan tahlil oleh Sekretaris MUI Jateng Ir KH Khamad Maksum Al Hafidz, dan ditutup doa oleh KH Hanief Ismail Lc. Tausiah disampaikan oleh Wakil Sekjen MUI KH Abdul Manan Ghani dan KH Ahmad Darodji, menyentuh relung hati siapa pun yang hadir.

Safari ziarah ini merupakan bagian dari rangkaian HUT Ke-50 MUI, yang pada tahun ini mengusung semangat untuk merawat warisan ulama, baik secara spiritual maupun intelektual. Wakil Sekjen MUI Pusat, KH Abdul Manan Ghani, menjelaskan bahwa MUI mengadakan ziarah ke makam para ketua umum terdahulu, sebagai bentuk penghormatan dan pengingat bahwa tongkat estafet dakwah dan perjuangan belum boleh berhenti.

“Lima dari sembilan Ketua Umum MUI telah berpulang ke rahmatullah. Mereka adalah Prof Dr KH Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA), KH Syukri Ghozali, KH Hasan Basri, Prof KH Ali Yafi, dan KH MA Sahal Mahfudh. Mereka telah meletakkan fondasi perjuangan keulamaan yang luar biasa,” ucap KH Abdul Manan.

Tak hanya menziarahi makam mantan ketua umum, safari ini juga menyentuh makam tokoh besar ormas Islam seperti KH Hasyim Asy’ari di Jombang dan KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta. Melalui ziarah ini, MUI berharap para pengurus dan umat Islam terus meneladani semangat khidmat para ulama dalam membela agama, masyarakat, dan bangsa.

Hadir dalam kesempatan ini sejumlah tokoh MUI dari pusat hingga daerah, di antaranya Pengasuh Ponpes Maslakul Huda KH Abdul Ghoffar Rozin (Gus Rozin), Sekretaris MUI Jateng Dr H Agus Fathuddin Yusuf MA, Dr KH Multazam Ahmad, KH Eman Sulaiman (Ketua Komisi Hukum dan HAM), dan berbagai tokoh lainnya dari MUI Kabupaten Pati.

KH Ahmad Darodji menambahkan, ziarah kali ini juga menjadi momen emosional bagi jajaran MUI Jateng. Pasalnya, KH MA Sahal Mahfudh bukan hanya tokoh nasional, tetapi juga tokoh kunci dalam sejarah MUI Jateng.

“Gedung kantor MUI Jateng di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Semarang, kami beri nama Gedung KH MA Sahal Mahfudh, sebagai penghormatan atas jasa besar beliau saat memimpin MUI Jateng,” jelasnya.

Safari ziarah ini hanyalah satu dari rangkaian kegiatan menyambut HUT Emas MUI. Kegiatan lainnya termasuk Simaan Al-Qur’an di kantor MUI Pusat, bedah buku di Masjid Istiqlal, pameran buku di Wisma Haji Pondok Gede, serta Pekan Makanan Bergizi di pesantren-pesantren.

Melalui kegiatan ini, MUI ingin mengajak umat untuk tak sekadar mengenang, tetapi juga melanjutkan estafet perjuangan para ulama—sebuah amanah yang tak lekang oleh masa. St

Share This Article
Exit mobile version