
Di ruang kerjanya yang belum sepenuhnya tertata, Fitriyanto bercerita bahwa kebutuhan SDM ideal untuk menggerakkan roda pelayanan haji dan umrah di Jawa Tengah mencapai sekitar 600 orang, namun yang tersedia saat ini baru sekitar 200 orang. Bahkan di tingkat Kanwil sendiri, jumlah pegawai masih jauh dari cukup. Dari kebutuhan ideal 60 pegawai, yang ada baru 18 orang.
“Sebetulnya di Bidang PHU Kemenag Jateng ada 22 orang. Tapi empat di antaranya memilih tetap berada di Kemenag,” ujarnya, sembari menegaskan bahwa keputusan pindah atau tidak adalah pilihan masing-masing pegawai.
Menurutnya, transisi kelembagaan memang tidak selalu mudah. Ada pegawai yang ingin mencoba tantangan baru di Kementerian Haji dan Umrah, tetapi tidak sedikit pula yang memilih bertahan di instansi asal. “Kita memberikan kebebasan apakah mau tetap di Kemenag atau mutasi. Tidak semua pegawai, bahkan PHU kota/kabupaten mau pindah,” tambahnya.
Untuk sementara, Kanwil berupaya menutup kekurangan tenaga dengan membuka kesempatan bagi pegawai kementerian atau dinas lain yang berminat bergabung. “Sambil berjalan, kami akan melengkapi SDM. Sejauh ini belum ada wacana membuka lowongan baru,” kata Fitriyanto.
Di tengah tantangan SDM tersebut, persiapan penyelenggaraan haji 2026 tetap harus berlanjut. Kementerian Haji dan Umrah telah memulai proses seleksi petugas PPIH Arab Saudi dan PPIH Kloter yang digelar serentak se-Indonesia pada Kamis (4/12/2025).
Untuk tingkat Jawa Tengah, seleksi tahap pertama dipusatkan di Islamic Center Manyaran dengan jumlah peserta 117 orang. Padahal, total pendaftar mencapai 290 orang, namun sebagian gugur pada tahap administrasi.
“Tahun pertama ini tes digelar di masing-masing kota/kabupaten. Untuk tes tahap kedua, akan digelar di Semarang,” jelas Fitriyanto.
Di tengah segala keterbatasan, ia berharap rangkaian seleksi ini dapat melahirkan petugas yang memiliki kompetensi sekaligus dedikasi tinggi, sehingga pelayanan kepada jamaah haji dapat tetap optimal.
“Saya yakin, dengan penataan bertahap dan dukungan semua pihak, kekurangan SDM bukan hambatan, tapi tantangan yang bisa kita lewati bersama,” pungkasnya. Sunarto