Tujuh Konselor Baru Dilantik, Unnes Dorong Inovasi Bimbingan Berbasis Budaya di Era Digital

2 Min Read
Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Aula Lantai 3 Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES), saat tujuh lulusan Program Studi Pendidikan Profesi Konselor secara khidmat mengucapkan ikrar dan diambil sumpahnya sebagai Konselor profesional, Sabtu (18/10/2025). Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Aula Lantai 3 Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES), saat tujuh lulusan Program Studi Pendidikan Profesi Konselor secara khidmat mengucapkan ikrar dan diambil sumpahnya sebagai Konselor profesional, Sabtu (18/10/2025).

Acara pelantikan yang digelar oleh Program Studi Pendidikan Profesi Konselor bekerja sama dengan Ikatan Alumni (IKA) PPK UNNES itu tak sekadar menjadi momentum seremonial, tetapi juga simbol lahirnya generasi baru konselor yang siap berkiprah di tengah tantangan era digital dengan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa.

Mengusung tema “Inovasi Bimbingan dan Konseling Berbasis Budaya untuk Menjawab Tantangan Era Digital,” kegiatan ini dikemas dalam dua rangkaian utama: pelantikan konselor dan kuliah umum yang berlangsung secara hybrid, melalui Zoom Cloud Meetings serta disiarkan langsung lewat kanal YouTube.

Dalam suasana yang penuh hikmat, tujuh konselor baru meneguhkan janji untuk menjalankan tugas profesinya dengan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, serta berpegang pada norma dan etika yang berlaku. Suara lantang mereka yang mengucapkan ikrar profesi menggema di ruang aula, menjadi penanda lahirnya semangat baru dalam dunia konseling pendidikan.

Menguatkan momentum tersebut, kuliah umum yang menyertai acara pelantikan menghadirkan dua narasumber berkompeten. Sekretaris Jenderal PB ABKIN, Fathur Rahman, S.Pd., M.Si., membuka sesi dengan materi “Etika Profesional Konselor”, menekankan pentingnya integritas, tanggung jawab moral, dan profesionalitas dalam setiap praktik konseling.

Sementara itu, Dr. Rr Dwi Umi Badriyah, M.Pd., Kons. memaparkan gagasan inspiratif bertajuk “Mengintegrasikan Nilai Budaya dan Etis Spiritual Dwijendra dalam Konseling Modern.” Ia menyoroti bagaimana nilai-nilai kearifan lokal dapat menjadi fondasi kuat untuk menjawab berbagai persoalan psikologis masyarakat modern tanpa kehilangan akar budaya.

Melalui kegiatan ini, UNNES menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tak hanya mencetak tenaga profesional, tetapi juga memelopori pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan dalam praktik konseling.

Para konselor baru yang dilantik diharapkan mampu menjadi garda depan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental, sekaligus menjembatani dunia pendidikan dan sosial dengan pendekatan bimbingan yang adaptif, beretika, dan berjiwa budaya. St

Share This Article
Exit mobile version