SEMARANG (Jatengdaily.com)- Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof Dr Fauzan mengajak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jateng untuk turut berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Maka, menurutnya, Perguruan Tinggi harus diberi kebebasan untuk melakukan aktivitas yang tentu saja berbasis akademik, berupa kompetensi akademik dan riset. ”Mengapa, karena dengan cara itu kita akan dapat memberikan percepatan terhadap pertubumbuhan di Indonesia di segala bidang,” jelas Wamendiktisaintek Fauzan, Selasa (18/2/2025).
Wamendiktisaintek Fauzan mengatakan hal itu dalam acara Koordinasi Pimpinan badan Penyelenggara dan Pimpinan Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah VI Jateng Tahun 2025 di Patra Hotel.
Lebih lanjut menurut Wamendiktisaintek Fauzan, dalam tujuan untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional, Kemendiktisaintek terus menginisiasi kampus penggerak Asta Cita.
Hal ini karena Perguruan Tinggi di indonesia jumlahnya banyak mencapai 4.000 lebih yang masing-masing memiliki potensi berbeda-beda dan kearifan lokal yang berbeda-beda.
”Dalam hal ini maka Perguruan Tinggi diberi kesempatan untuk mengembangkan sesuai kearifan lokal. Programnya Perguruan Tinggi harus memprotet kondisi daerah, dengan memotrtet potensi daerah tempat Perguruan Tinggi itu berada maka akan bisa mengembangkan semua aspeknya. Ada juga yang berbasis dunia usaha dunia industri (DUDI), jadi Perguruan Tinggi di sini, akan hadir mengatasi persoalan-persoalan di daerah. Itulah pentingnya Perguruan Tinggi berkolaborasi dengan daerah dan DUDI,” jelasnya.

Penandatanganan Kerjasama
Sementara itu, Plt Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jateng Dr Bhimo Widyo Andoko SH MH mengatakan, acara ini bertujuan untuk bersama-sama meningkatkan Pendidikan Tinggi yang bermutu dan mampu berperan serta menciptakan generasi-generasi hebat untuk Indonesia.
Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara LLDIKTI Wilayah VI dengan Yayasan Persadani. Juga penandatangan komitmen bersama LLDIKTI Wilayah VI, dengan Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPTSI) dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI).
Bhimo mengatakan, perjanjian kerjasama ini bertujuan untuk mensinergikan hasil-hasil kebijakan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Setelah disampaikan kebijakan-kebijakan oleh Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, maka di lapangannya butuh sinergitas antara yayasan penyelenggara dan perguruan tinggi. Dalam artian menargetkan program-program di tahun 2025 ini bisa sinergi dan satu langkah dalam menghadapi tantangan yang berat.
Sedangkan penandatanganan dengan Yayasan PERSADANI yakni di bawah pembinaan kepolisian, yakni dalam hal anti kekerasan, anti toleransi, anti perundungan, anti kekerasan seksual di kampus. ”Kita berharap anak-anak yang berkuliah bisa bebas dari gangguan tersebut,” jelasnya.
Hadi dalam kesempatan ini Ketua Majelis Akreditasi-Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN PT) Prof. Dr. rer. Nat. Imam Buchori, ST, Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPTSI) Wilayah Jawa tengah Dr. Agus Aji Samekto, MM, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah Jawa Tengah Prof. Dr. Ir. Edi Noersasongko, M.Kom, Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Semarang Kombes Pol. M. Syahduddi, S.IK., M.Si (yang diwakili), dan Ketua Yayasan PERSADANI (Persaudaraan Anak Negeri) Sri Pujimulyo Siswanto serta Pimpinan Badan Penyelenggara dan Pimpinan Perguruan Tinggi di Wilayah Jawa Tengah. she