SEMARANG (Jatengdaily.com) – Sebanyak 208 peserta terdiri atas dosen dan mahasiswa mengikuti International Guest Lecture dengan tema ”Sustanaible Food Product Development” yang diadakan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang (FTP USM) secara online pada 8 Mei 2026.
Kegiatan menghadirkan narasumber dosen FTP USM, Prof Dr Ir Haslina, M.Si dan dosen Faculty of Science and Technology Universitas Kebangsaan Malaysia, Ts. Dr. Nurul Aqilah Mohd Zaini.
Dekan FTP USM, Prof Dr Ir Rohadi MP mengatakan, kegiatan kolaborasi tersebut tidak hanya terbatas pada dosen tamu daring, tetapi di masa mendatang, dosen luring lainnya dapat datang ke kampus FTP USM.
”Sebaliknya, Universiti Kebangsaan Malaysia dapat mengundang kami untuk kegiatan serupa,” ujarnya.
Dia menambahkan, peserta datang dari USM, UPGRIS, Untag, Unimus, Unika Soegiyopranata, Universitas Tidar Magelang, Universitas Andalas, PRTPP BRIN, Malaysia dan Irak.
Dalam kesempatan itu, Prof. Dr. Ir. Haslina, M.Si memaparkan materi dengan judul ”Reviving Local Resources: Healthy Food Innovation for a Sustainable World”. Adapun Ts. Dr. Nurul Aqilah Mohd Zaini menyampaikan materi dengan judul ”Sustainable Food Product Development Through Fermentation and Functional Microorganisms”.
Dalam paparannya, Prof Haslina menyampaikan pentingnya pemanfaatan sumber daya pangan lokal dan limbah pertanian sebagai inovasi pangan sehat yang berkelanjutan dan mendorong pengembangan inovasi pangan berbasis sumber daya lokal guna mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.
Tantangan pangan global memerlukan solusi inovatif melalui optimalisasi sumber daya lokal untuk mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.
”Contoh pemanfaatan rambut jagung (corn silk) menjadi produk pangan fungsional seperti ekstrak, teh herbal, dan tablet hisap yang memiliki manfaat kesehatan sekaligus membantu mengurangi limbah pertanian,” jelasnya.
Sementara itu, Ts. Dr. Nurul Aqilah Mohd Zaini membahas tentang pengembangan produk pangan berkelanjutan melalui fermentasi dan pemanfaatan mikroorganisme fungsional.
Menurutnya, fermentasi merupakan teknologi pangan yang telah digunakan sejak lama dan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas, keamanan, nilai gizi, serta umur simpan pangan.
Selain itu, mikroorganisme fungsional seperti bakteri asam laktat, kapang, dan starter culture dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk pangan inovatif yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
”Pemanfaatan limbah pangan dan hasil samping agroindustri melalui proses fermentasi juga menjadi salah satu solusi untuk mengurangi food waste dan mendukung sistem pangan berkelanjutan,” ungkapnya. St


