Ajang Lawang Sewu Short Film Festival atau LOFF 2026 Masuk Tahap Open Submission

4 Min Read
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dalam pembukaan Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Pendaftaran siaran karya (Open Submission) ajang Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026 resmi dibuka mulai 1 Juni.Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang kembali menghadirkan ruang kompetisi ini dengan jangkauan program yang diperluas guna merangsang pertumbuhan ekosistem industri kreatif perfilman di Ibu Kota Jawa Tengah.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menjelaskan bahwa penyelenggaraan LOFF tahun ini sengaja mengikat program pendanaan ide cerita (Film Fund) dengan target capaian pembangunan daerah. Pihaknya ingin menggandeng pemikiran kritis generasi muda untuk ikut menyuarakan isu-isu strategis secara lebih luas.

“Tema kompetisi Film Fund tahun ini dikunci pada isu ‘Ketahanan Pangan dan Lingkungan Hidup’. Langkah ini bersesuaian dengan fokus kebijakan makro RPJMD Tahun Ke dua Kota Semarang. Kami menantang para sineas lokal untuk ikut andil mengkampanyekan kemandirian sektor pangan dan keberlanjutan lingkungan melalui karya sinema kreatif. Gerakan ini menjadi bentuk intervensi budaya agar masyarakat lebih peduli pada program prioritas kota,” ujar Agustina belum lama ini.

Jalur kompetisi Lawang Sewu Film Fund 2026 dialokasikan khusus bagi komunitas film yang berbasis di Kota Semarang. Tim kurator akan menyaring seluruh proposal yang masuk menjadi 10 ide cerita terbaik.

Seluruh finalis tersebut bakal mendapatkan fasilitas kelas bimbingan (Mini Lab) intensif secara gratis bersama para sineas nasional.

Pada babak akhir, satu ide terbaik akan dipilih untuk mendapatkan fasilitasi dana stimulan produksi dari Pemkot Semarang agar proposal tersebut dapat diproduksi menjadi sebuah karya film utuh.

Selain jalur pendanaan ide baru, Pemkot Semarang juga membuka ruang kompetisi berskala nasional melalui Lawang Sewu Film Competition (Kompetisi Film Pendek).

Jalur ini dibuka untuk kategori pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum dari seluruh penjuru Indonesia.

Seluruh karya film fiksi yang didaftarkan wajib memiliki durasi maksimal 15 menit serta diproduksi dalam rentang waktu tahun 2024 hingga 2026.

“Sementara itu, tema yang diusung untuk kategori kompetisi film pendek nasional adalah ‘Semarang Berkisah untuk Cerita Dunia’.

Sudut pandang ini dirancang sebagai panggung bagi para sineas di mana pun untuk mengangkat identitas, pariwisata, sejarah, hingga dinamika budaya Kota Semarang ke dalam karya visual. Distribusi film-film tersebut nantinya menjadi strategi promosi daerah yang sangat efektif,” katanya.

Sebagai informasi, LOFF 2026 merupakan agenda festival film pendek untuk membangun ekosistem perfilman yang hidup di Kota Semarang.

Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan komunitas, akademisi, pelaku industri, hingga pemerintah, festival ini diharapkan mampu menjadi mesin regenerasi talenta kreatif sekaligus motor penggerak sektor pariwisata, UMKM, dan industri hospitality di Kota Semarang. Pada malam puncaknya tanggal 22 Oktober 2026, kompetisi ini akan memperebutkan sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk penghargaan Film Pendek Terbaik, Sutradara Terbaik, Skenario Terbaik, Penyunting Terbaik, Pemeran Terbaik, dan Film Pendek Favorit.

Masyarakat yang ingin mendaftarkan proposal ide cerita maupun karya film pendek terbaik dapat mengakses seluruh panduan teknis melalui situs resmi lawangsewufilmfest.semarangkota.go.id. Periode pendaftaran jalur pendanaan dibuka sampai 15 Juli 2026, sedangkan jalur kompetisi film pendek ditutup pada 1 September 2026. Agenda terdekat dari rangkaian festival ini akan diawali dengan kegiatan Sosialisasi dan Lawang Sewu Talks pada 12–13 Juni 2026 mendatang.

“Saya mengajak seluruh anak muda di Kota Semarang dan para sineas kreatif dari seluruh Indonesia untuk segera mengirimkan karya terbaik sebelum batas waktu penutupan. Jangan ragu untuk mulai berkisah, suarakan perspektif kalian secara jujur, dan manfaatkan kesempatan emas ini sebagai pintu masuk menuju industri sinema yang lebih luas,” pungkasnya. she

Share This Article
Exit mobile version