Babak Penyisihan MHQ 10 Juz di MAJT Digelar, 10 Finalis Siap Tampil di Grand Final 7 Maret

Hakim MHQ menguji peserta pada babak penyisihan Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 10 Juz yang digelar Sabtu (28/2) di Office Hall atau Aula VIP Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Babak penyisihan Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 10 Juz yang digelar Sabtu (28/2) di Office Hall atau Aula VIP Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Seleksi ini menjadi tahap awal untuk menjaring peserta terbaik menuju grand final.

Koordinator Hakim MHQ, Prof. Dr. Tholhatul Khoir, menyampaikan bahwa secara umum kualitas peserta cukup baik, terutama dari sisi penguasaan hafalan. Menurutnya, karena kategori yang dilombakan adalah 10 juz, mayoritas peserta sudah berada pada level menengah (intermediate) dalam tahfidz.

“Dari sisi hafalan relatif sudah menguasai. Santri-santri tahfidz itu umumnya sudah terlatih dalam makharijul huruf dan tartil. Tajwidnya mayoritas sudah baik,” ujarnya.

Namun demikian, ia menilai aspek keindahan bacaan atau lagu (nagham) masih menjadi pembeda. Dari pengamatannya di salah satu breakout room yang diikutinya, dari 17 peserta terdaftar hanya sembilan yang hadir, dan hanya sekitar dua peserta yang dinilainya menonjol dari sisi ketartilan sekaligus keindahan suara.

“Kalau sisi keindahan itu memang lebih kepada bakat. Secara umum bagus-bagus, tapi yang benar-benar kuat di tartil sekaligus enak didengar mungkin hanya beberapa,” jelasnya.

Pelaksanaan penyisihan yang dilakukan secara daring juga menghadapi sejumlah kendala teknis. Beberapa peserta mengalami gangguan perangkat (device) maupun jaringan internet. Ada pula yang terputus saat menjawab pertanyaan sehingga tidak bisa melanjutkan karena keterbatasan waktu dan harus menunggu peserta lain.

“Kita sudah menunggu cukup lama, hampir setengah jam, tetapi karena dibatasi waktu akhirnya harus diputuskan untuk melanjutkan. Ini menjadi evaluasi bersama, baik bagi peserta agar lebih siap secara teknis, maupun bagi panitia untuk perbaikan ke depan,” katanya.

Dari total 372 pendaftar hingga penutupan, jumlah peserta putri tercatat lebih banyak dibandingkan putra. Sejak awal pendaftaran, dominasi putri memang sudah terlihat.

“Sejak awal pendaftaran memang sepertinya banyak putri. Sampai akhir 372 peserta, peminatnya memang lebih banyak putri,” ungkap Prof. Tholhatul.

Ia menjelaskan bahwa tingginya minat pada kategori 10 juz merupakan hal yang wajar. Menurutnya, 10 juz berada pada level menengah. Santri yang baru memulai biasanya berada di kisaran 5 juz, sementara 30 juz sudah masuk kategori lanjut (advance), sehingga jumlah peminatnya tentu lebih sedikit.

“Sekarang masyarakat sudah mulai banyak yang menghafal Al-Qur’an. Sepuluh juz itu level menengah. Kalau 30 juz tentu lebih sedikit karena sudah advance,” terangnya.

Faktor lain yang mendukung tingginya partisipasi adalah durasi pendaftaran yang cukup panjang, momentum yang tepat, tanpa biaya pendaftaran, serta kemudahan platform online sehingga peserta merasa tidak perlu mengeluarkan banyak upaya untuk ikut serta.

Dari babak penyisihan ini akan diambil 10 peserta terbaik, terdiri atas 5 putra dan 5 putri. Mereka akan melaju ke Grand Final yang digelar pada 7 Maret mendatang.

Pada babak puncak tersebut, sepuluh finalis akan diadu untuk memperebutkan Juara 1, 2, dan 3 serta juara harapan. Grand final akan digelar secara langsung di MAJT dan disiarkan secara live melalui MAJT TV. Para finalis juga diperbolehkan mengerahkan suporter untuk memeriahkan suasana kompetisi.

“Finalnya nanti peserta diundang langsung ke sini, dilaksanakan secara offline. Pagi final, sore hari akan ditampilkan dalam acara Kurma sekaligus pembagian hadiah,” pungkasnya.

Ketua Panitia MHQ MAJT,  Prof Dr Syaifudin Lc MA menambahkan, karena pesertanya lumayan banyak., maka sebelum dilakukan final, panitia akan menggelar semifinal pada Senin 2 Maret.

“Jumlah peserta semifinal masih dirapatkan tim juri. Namun yang pasti, pada final diambil 10 orang terbaik untuk menentukan juara 1-3 dan juara harapan,” ujar KH M Syaifudin.

Dengan tingginya antusiasme dan kualitas peserta yang terus meningkat, MHQ 10 Juz di MAJT diharapkan menjadi momentum penguatan tradisi tahfidz Al-Qur’an di kalangan generasi muda. St

Share This Article
Exit mobile version