Bangun Generasi Emas, FOMJAT–FANJAT Hadirkan Edukasi dan Harapan di Hari Kartini

Semangat emansipasi dan keberanian belajar ala Kartini terasa hidup dalam peringatan Hari Kartini 2026 yang digelar oleh Forum MPK Jawa Tengah (FOMJAT) bersama Forum Anak Jawa Tengah (FANJAT).di GBI Jl Gajah Mada Semarang, Sabtu 18 April 2026.Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Semangat emansipasi dan keberanian belajar ala Kartini terasa hidup dalam peringatan Hari Kartini 2026 yang digelar oleh Forum MPK Jawa Tengah (FOMJAT) bersama Forum Anak Jawa Tengah (FANJAT).

Mengusung tema “Jendela Dunia Kartini: Berani Belajar untuk Meraih Mimpi”, kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 18 April 2026, dengan mengunjungi Komunitas Anak Dakon di GBI Gajah Mada Semarang.

Komunitas Anak Dakon, yang berada di bawah asuhan Bapak Toto Pujianto selaku Ketua Bidang Pelayanan Anak, merupakan bagian dari pelayanan anak di Departemen Pastoral.

Komunitas ini dikenal aktif membentuk karakter dan moral anak melalui pendekatan kreatif, termasuk memanfaatkan permainan tradisional seperti dakon sebagai media pembelajaran.

Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun interaksi sosial, keterampilan motorik, sekaligus menanamkan nilai budaya kepada anak sejak dini.

Dalam kegiatan tersebut, kakak-kakak dari FOMJAT dan FANJAT menghadirkan suasana ceria sekaligus edukatif. Anak-anak usia PAUD dan SD diajak mengikuti berbagai fun game yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga melatih kerja sama dan kreativitas.

Sementara itu, peserta usia SMP dan SMA mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pengembangan potensi diri untuk meraih cita-cita. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan sesi reflektif, di mana para peserta menuliskan harapan dan impian mereka pada “pohon harapan”.

Ketua Departemen Pastoral GBI Gama, Prof. Dr. Heny Hartono, memberikan apresiasi atas inisiatif dan kontribusi yang dilakukan oleh FOMJAT dan FANJAT.

Ia menilai para pelajar yang tergabung dalam kedua forum tersebut memiliki kapasitas yang mumpuni sebagai duta advokasi, komunikasi, informasi, dan edukasi (A-KIE) dalam mendampingi tumbuh kembang anak dan remaja.

“Ini luar biasa. Meski masih usia SMA, mereka mampu menyampaikan edukasi dengan baik, khususnya kepada remaja terkait pola hidup sehat, menjauhi napza dan pergaulan bebas, memahami kesehatan reproduksi, hingga pentingnya pendidikan tinggi dan sikap anti-bullying,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membangun kreativitas serta kebersamaan antara peserta dan pendamping.

Menurutnya, program semacam ini layak untuk terus dilanjutkan karena manfaatnya yang nyata bagi generasi muda.

Sementara itu, Diajeng Ayu Puspita, yang menjabat sebagai Ketua I FOMJAT sekaligus Bendahara FANJAT, menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Pdt. Dr. Natanael S. Prajogo selaku pimpinan GBI Gama beserta jajaran Departemen Pastoral Bidang Pelayanan Anak, yang telah memberikan izin dan fasilitas.

Tak lupa, apresiasi juga diberikan kepada Ibu Krisseptiana, S.H., M.H. (Tia Hendi), anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, para donatur, serta seluruh anggota FOMJAT dan FANJAT yang telah bekerja keras hingga kegiatan berjalan dengan lancar.

“Mari kita terus bergerak bersama membangun generasi emas Indonesia yang berkualitas dan beradab. Diberkati untuk saling memberkati,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan pembagian goodie bag, pin, serta donasi berupa buku dan alat tulis kepada anak-anak Komunitas Anak Dakon. Momen ini menjadi penutup hangat yang mempertegas semangat berbagi dan kepedulian, sejalan dengan nilai-nilai Kartini yang terus relevan hingga kini. St

Share This Article
Exit mobile version