Belajar dari Museum RA Kartini, Demak Perkuat Pengelolaan Museum Glagah Wangi

Peserta peningkatan sumberdaya permuseuman dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak di Museum RA Kartini Jepara. Foto : istimewa
JEPARA (Jatengdaily.com) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Demak memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) permuseuman untuk meningkatkan pengelolaan dan daya tarik museum daerah. Salah satunya melalui kegiatan Peningkatan Mutu Sumber Daya Permuseuman di Museum RA Kartini, Kabupaten Jepara, Kamis (05/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang belajar sekaligus berbagi pengalaman mengenai pengelolaan museum yang profesional, edukatif, dan mampu menarik minat masyarakat. Rombongan Dindikbud Demak diterima Kepala Bidang pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara, Adjib Ghufron, yang memaparkan perkembangan serta tata kelola Museum RA Kartini.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah capaian pendapatan Museum RA Kartini. Pada 2026, museum tersebut menargetkan pendapatan Rp120 juta dan telah merealisasikan 100 persen dari target tersebut. Capaian ini menjadi gambaran potensi museum yang dikelola dan dikembangkan secara optimal.
Sekretaris Dindikbud Demak Ridwan ST MM mengatakan, peningkatan kapasitas SDM menjadi bagian penting dalam mengembangkan museum sebagai sarana pelestarian sejarah dan budaya. Menurutnya, museum tidak cukup hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi harus mampu menghadirkan pengalaman belajar bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh peserta semakin memiliki kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan sejarah dan budaya. Museum harus menjadi ruang edukasi yang hidup, menarik, dan mudah diakses masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Ridwan menambahkan, pengembangan museum membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga komunitas budaya, pelaku seni, pemerhati sejarah, dan masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan agar museum memiliki pengelolaan yang semakin baik sekaligus mampu memperluas jangkauan edukasi sejarah.
Ia berharap pengalaman dari Museum RA Kartini dapat menjadi referensi untuk memperkuat pengelolaan Museum Glagah Wangi Demak. Pembenahan diperlukan mulai dari penataan koleksi, penyajian informasi sejarah, pelayanan pengunjung hingga pengembangan konsep edukasi yang menyesuaikan perkembangan zaman.
Kegiatan ini diikuti berbagai unsur, di antaranya staf Bidang Kebudayaan, pelaku seni, Sahabat Museum, Tim Ahli Cagar Budaya, budayawan, juru pemelihara Masjid Agung Demak, Paguyuban Sapu Jagat, serta. juru pemelihara Sawunggaling. Selain itu Forum Insan Pariwisata Demak, serta sejumlah siswa SMP. Hadir pula Plt UPTD Museum Glagah Wangi Didik Agus SP SSos MM dan Kepala Bidang Kebudayaan Isman SH. rie-she
Share This Article
Exit mobile version