DEMAK (Jatengdaily.com) – Upaya mendekatkan hasil riset kepada masyarakat terus dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui kegiatan bimbingan teknis bertema pembuatan kosmetik dan skincare alami dari bahan organik lokal. Kegiatan ini tak sekadar pelatihan, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengetahuan agar masyarakat mampu memanfaatkan sumber daya di sekitarnya menjadi produk bernilai guna.Dalam kunjungan kerjanya di Demak, Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari diseminasi hasil penelitian BRIN yang dirancang agar bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Bimbingan teknis ini diselenggarakan BRIN dalam konteks diseminasi penelitian untuk kepentingan masyarakat. Saya yakin penemuan BRIN dapat dipraktikkan dalam keseharian kita,” ujarnya, Kamis (30/04/2026).
Ia juga menyoroti perubahan cara pandang terhadap skincare yang kini bukan lagi sekadar kosmetik pelengkap. Menurutnya, kebutuhan akan perlindungan kulit semakin penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tropis.
“Skincare bukan lagi sebuah kosmetik biasa, tapi menjadi kebutuhan untuk melindungi kulit dari perubahan cuaca, apalagi dengan paparan matahari yang berat,” katanya.
Lebih lanjut, Lestari menekankan pentingnya literasi masyarakat dalam memilih dan membuat produk perawatan kulit yang aman. Di tengah maraknya pasar digital tanpa batas, masyarakat perlu dibekali pengetahuan agar tidak salah memilih.
“Pengetahuan tentang skincare menjadi mutlak karena kita hidup di era pasar online tanpa batas. BRIN memberi kesempatan untuk memahami bagaimana menciptakan skincare yang aman dengan bahan yang mudah didapat di sekitar kita,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kebutuhan skincare sebenarnya sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. “Coba kita hitung berapa belanja kita untuk skincare sehari-hari. Pelembab saja tidak boleh kosong. Maka pengetahuan mendapatkan skincare yang tepat itu wajib,” tegasnya.
Menurutnya, riset BRIN hadir menjawab kebutuhan esensial tersebut dengan pendekatan yang praktis dan terjangkau. Lestari pun mencontohkan bagaimana industri kosmetik dapat berkembang dari skala rumahan menjadi kekuatan ekonomi. Ia menyinggung praktik di Bali, di mana produk berbasis bahan lokal berhasil naik kelas setelah melalui proses uji, paten, dan branding.
“Industri kosmetik di Bali sudah menjadi penggerak ekonomi. Dari yang awalnya rumahan, kemudian berkembang menjadi industri sesungguhnya karena berbasis riset dan kualitas,” paparnya.
Ia mengajak peserta untuk tidak berhenti pada pelatihan semata, melainkan berani memulai dari skala kecil. “Jangan berhenti pada pelatihan ini saja, tapi jadikan bekal untuk berani mencoba, dimulai dari diri sendiri. Syukur bisa menjadi penggerak ekonomi dan pendorong ekonomi lokal,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, narasumber dari BRIN, Nurul Arfiyanti Yusuf, memaparkan berbagai bahan alami yang bisa dimanfaatkan sebagai dasar pembuatan skincare. Ia menyebutkan bahwa banyak bahan di sekitar yang sebenarnya memiliki manfaat besar, selama diolah sesuai standar mutu.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua DPD Partai NasDem Demak Mugiyono bersama Sekretaris DPD Suwarjo, yang turut memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi ekonomi berbasis riset di daerah. Sementara puluhan peserta yang mengikuti acara diadakan di Hotel Amantis adalah ibu-ibu rumah tangga serta utusan dari sejumlah organisasi perempuan. rie-she


