SEMARANG (Jatengdaily.com) – Program studi S1 Pariwisata USM bekerja sama dengan LSP PARSI (Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata dan SPA Indonesia) mengadakan uji kompetensi dengan skema sertifikasi Pramuwisata Lokal pada 15 Oktober 2026.
Kegiatan yang diikuti 30 mahasiswa itu dipandu tiga asesor yaitu Ferhadius Endi, Aisyah Astinadia Siregar, dan Adi Kusma Wijaya.
Ketua Panitia, Herman Novry Kristiansen Paninggiran, S.E., M.MPar mengatakan, skema yang ditentukan sebagai upaya kepatuhan terhadap regulasi, kualifikasi tersertifikasi ini turut memperkuat daya saing destinasi serta meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap profesionalisme pemandu lokal.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu komitmen dalam rangka menyiapkan lulusan dengan memiliki kompetensi di dunia pariwisata.
”Tujuan kegiatan ini membekali mahasiswa dengan salah satu uji kompetensi di dunia industri pariwisata di bidang perjalanan wisata,” ujar Herman.
Menurutnya, kegiatan uji kompetensi tersebut menjadi yang pertama dan akan terus dilakukan secara rutin setiap tahunnya dengan skema yang sesuai kebutuhan pasar.
”Uji kompetensi dalam industri pariwisata berfungsi untuk memvalidasi keahlian pekerja, mengukur pencapaian belajar, dan memberikan pengakuan resmi sesuai standar industri,” ujarnya.
Hal senada diungkapakan Ketua Program Studi S1 Pariwisata USM, Almas Nabili Imanina, S.Tr.Par, M.M.Par.
Menurutnya, uji kompetensi itu memberikan pengalaman dan motivasi baru bagi 30 mahasiswa pariwisata untuk mengasah keterampilan kepemanduwisataan demi menunjang karier profesional mereka di masa depan.
Salah satu peserta Firda Riyandini mengungkapkan rasa senang karena bisa memperoleh ilmu yang sangat bermanfaat bagi calon pramuwisata profesional.
”Saya senang dan bersyukur dapat mengikuti Uji Kompetensi karena hal ini menjadi pengalaman berharga untuk menguji kemampuan serta menambah wawasan. Selain itu juga memberikan bekal ilmu yang sangat berguna untuk mempersiapkan diri menjadi pramuwisata profesional,” ujarnya. St


