NTT (Jatengdaily.com)— Universitas Diponegoro (Undip) menunjukkan kepedulian dan komitmennya terhadap masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga yang membutuhkan.
Tim Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) diberangkatkan ke Kupang pada Jumat (21/8/2026). Tim yang terdiri atas dosen dan mahasiswa tersebut beranggotakan Ns. Nur Hafizhah Widyaningtyas, S.Kep., M.Kep., Ahmad Aqil Widyantoro, S.E., Mohammad Pandu Pradana, S.Si., dan Fadhil Raihan Akbar, S.Kep.
Selain membawa misi menyalurkan bantuan dan donasi yang telah terkumpul dari sivitas akademika Undip, tim juga bertugas sebagai Surveillance Team untuk memetakan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan mitigasi kebutuhan tenaga medis dan logistik yang selanjutnya akan diberangkatkan ke NTT.
Pada hari pertama kedatangan, Tim D-DART langsung melakukan koordinasi dengan HIPGABI NTT dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT. Kondisi wilayah terdampak yang masih mengalami gempa lokal membuat para relawan harus menerapkan prinsip “Aman Diri, Aman Lingkungan”.
Koordinasi dengan berbagai pihak terkait menjadi langkah utama dalam menentukan strategi penanganan tanggap bencana. Selain itu, Tim D-DART juga mempersiapkan kebutuhan tenaga dokter spesialis yang akan diberangkatkan sebagai Medical Team dalam beberapa hari mendatang.
Ketua D-DART sekaligus Team Leader kelompok keberangkatan pertama, Ns. Nur Hafizhah Widyaningtyas, S.Kep., M.Kep., menyampaikan bahwa koordinasi bersama Ns. Sherly Sani Mahoklory, S.Kep., M.Kep., dari HIPGABI NTT dan Mellyani Daik dari BPBD Provinsi NTT menjadi langkah penting dalam mempersiapkan keberangkatan tim berikutnya.
Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengatakan kehadiran Undip di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan wujud nyata kepedulian sekaligus pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
“Undip hadir bersama masyarakat yang merupakan wujud nyata kepedulian serta menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi. Besar harapan, bantuan ini dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan beban saudara-saudara kita di NTT. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu membersamai kita semua dan Undip dapat membantu mempercepat proses pemulihan di wilayah NTT,” ujar Prof. Suharnomo.
D-DART merupakan Pusat Penanggulangan Bencana Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undip yang berada di bawah naungan Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik.
Melalui tim tanggap bencana tersebut, Undip telah hadir dan menyalurkan bantuan dalam berbagai peristiwa bencana, di antaranya Gempa Lombok, likuifaksi Palu, pandemi COVID-19, banjir Semarang-Demak, bencana alam Cirebon, dan berbagai bencana lainnya.
Melalui semangat Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat, Universitas Diponegoro berkomitmen untuk terus berkontribusi dan hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam penanganan kebencanaan. she


