Dari Hobi Jadi Rupiah, Bonsai Demak Kian Dilirik hingga Tembus Pasar Nasional

Bonsai Lohansung salah satu koleksi kelangenan Sakda Demak, H Akhmad Sugiharto. Foto : sari jati
DEMAK (Jatengdaily.com)– Keindahan alam tropis Indonesia ternyata tak hanya bisa dinikmati dalam bentuk aslinya. Melalui seni bonsai, pesona pepohonan bisa “dipindahkan” ke dalam bentuk mini yang tetap memikat.
Hal ini disampaikan H. Akhmad Sugiharto, penggiat bonsai yang juga Sekda Demak. Bahwa menilai bonsai bukan sekadar hobi, tetapi juga sarana mengekspresikan keindahan alam secara unik.
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan flora yang luar biasa dan tak kalah dengan negara lain. “Indonesia itu daerah tropis, banyak tumbuhan indah tidak kalah dengan luar negeri. Melalui bonsai kita bisa memindahkan keindahan itu dalam bentuk miniaturnya, tidak harus ke yang aslinya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, menekuni bonsai juga mengajarkan nilai kesabaran dan ketekunan. Proses membentuk tanaman menjadi bonsai yang indah membutuhkan waktu panjang dan perhatian detail. “Dengan bonsai kita dituntut untuk sabar, sehingga menjadi filosofi bahwa tidak ada sesuatu yang bagus itu bisa didapat secara instan, pasti melalui proses,” tegasnya.
Sugiharto mengaku telah menekuni dunia bonsai selama sekitar 10 tahun. Awalnya hanya sekadar hobi, namun seiring waktu, ketertarikannya semakin dalam setelah memahami filosofi di baliknya. Bahkan kini, bonsai juga menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan.
“Awalnya sekadar suka, tapi setelah belajar filosofinya akhirnya tambah tertarik. Terlebih melalui bonsai dapat menjadi ladang penambah penghasilan, salah satu wujud ekonomi kreatif di Demak,” ungkapnya.
Perkembangan bonsai di Demak pun menunjukkan tren positif. Sejak dirinya dipercaya menjadi Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Demak, berbagai upaya dilakukan untuk mengangkat potensi tersebut, termasuk menggelar pameran berskala nasional.
“Alhamdulillah sejak semakin merebak di Demak, teman-teman semakin semangat. Kita kumpulkan semuanya dan adakan pameran nasional, bonsai Demak mulai dilihat oleh penggemar dari daerah lain dan tidak dipandang sebelah mata,” katanya.
Ia menambahkan, harga bonsai sangat bervariasi, tergantung jenis dan kualitasnya. Mulai dari ratusan ribu rupiah hingga ratusan juta rupiah. “Koleksinya mulai harga Rp500 ribu, Rp1 juta, Rp75 juta hingga ratusan juta. Sudah ada yang menawar, tapi karena belum cocok ya tidak transaksi,” jelasnya.
Terkait bibit bonsai, Sugiharto menyebut para penghobi bisa mendapatkannya melalui komunitas maupun secara daring. Namun, ia mengingatkan agar tetap berhati-hati saat bertransaksi online. “Ada komunitas yang menawarkan bibit, ada juga melalui online, tapi harus hati-hati terhadap penipuan. Harus benar-benar diyakini agar tidak tertipu,” pesannya.
Untuk jenis yang paling diminati, ia menyebut bonsai beringin sebagai favorit karena mudah dirawat dan banyak ditemukan di Indonesia. Selain itu, ada juga jenis anting putri yang memiliki bunga cantik dan harum. Serta lohansung yang berasal dari luar negeri. Dengan potensi tersebut, bonsai diharapkan terus berkembang dan mampu mengangkat nama Demak di kancah yang lebih luas. rie-she
Share This Article
Exit mobile version