Dicopot dari Ketua Umum Satupena Jateng, Gunoto Mengaku Legawa

SEMARANG  (Jatengdaily.com) — Gunoto Saparie menyatakan legawa setelah dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Umum Satupena Provinsi Jawa Tengah oleh Ketua Umum Satupena Pusat Denny JA.

Gunoto menegaskan, persoalan yang sempat disampaikannya terkait prosedur administratif bukan berarti dirinya menolak pergantian kepemimpinan.

Masa jabatan Gunoto sebagai Ketua Umum Satupena Jawa Tengah sebenarnya baru akan berakhir pada 1 April 2027. Namun, Satupena Pusat menerbitkan Surat Keputusan (SK) yang mengangkat Tirta Nursari sebagai Ketua Umum Satupena Jawa Tengah.

SK tersebut ditandatangani Ketua Umum Satupena Pusat Denny JA bersama Sekretaris Jenderal Jonminofry pada 24 Agustus 2026. Dengan terbitnya SK itu, kepemimpinan Satupena Jawa Tengah beralih kepada Tirta Nursari sebelum masa jabatan Gunoto berakhir.

Gunoto mengatakan, dirinya memang sempat mempersoalkan prosedur administratif penerbitan SK tersebut, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Satupena.

Namun, menurut dia, sikap tersebut tidak dapat dimaknai sebagai penolakan terhadap pergantian dirinya sebagai Ketua Umum Satupena Jawa Tengah.

“Hal itu bukan berarti saya tidak mau diganti,” kata Gunoto.

Ia memilih menerima keputusan tersebut dengan sikap terbuka. Gunoto juga menanggapi santai ketika ditanya mengenai posisinya setelah tidak lagi menjadi Ketua Umum Satupena Jawa Tengah.

Denny JA sebelumnya menyampaikan secara informal bahwa Gunoto akan menjadi Penasihat Satupena Jawa Tengah. Namun, hingga kini belum ada SK resmi yang menetapkan posisi tersebut.

“Secara resmi belum ada SK saya sebagai penasihat. Mas Denny memang secara informal pernah kirim WA tentang hal itu,” ujar Gunoto seraya tertawa.

Meski tidak lagi memimpin organisasi, Gunoto mengatakan masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan Satupena Jawa Tengah. Dua di antaranya adalah penerbitan buku antologi esai tentang tata ruang berjudul Dari Hulu ke Hilir dan antologi puisi Nahdlatul Ulama dalam Bingkai Puisi.

Menurut Gunoto, Denny JA tetap mendorong dan memberikan dukungan agar kedua buku tersebut dapat dirampungkan. Dukungan itu, kata dia, disampaikan Denny dalam komunikasi mengenai kelanjutan program yang masih menjadi tanggung jawab Satupena Jawa Tengah.

“Saya sudah telepon kepada Tirta agar memberikan tempat khusus kepada Saudara untuk dapat konsentrasi merampungkan dua buku itu,” ujar Gunoto mengutip pesan Denny JA.

Gunoto menilai penyelesaian kedua antologi tersebut menjadi bagian penting dari pekerjaan yang telah berjalan di Satupena Jawa Tengah. Ia pun menyatakan kesiapannya untuk tetap berkontribusi dalam penyelesaian program tersebut meskipun tidak lagi menjabat sebagai ketua umum.

Pergantian kepemimpinan itu menandai dimulainya kepemimpinan Tirta Nursari di Satupena Jawa Tengah. Sementara Gunoto memilih tetap berkontribusi melalui penyelesaian agenda organisasi yang telah dirintis sebelumnya.

Sikap Gunoto tersebut menunjukkan bahwa perbedaan pandangan mengenai prosedur administratif tidak harus berujung pada penolakan terhadap keputusan organisasi. Ia mengatakan tetap menghormati keputusan yang telah ditetapkan, sembari berharap program-program Satupena Jawa Tengah dapat terus berjalan. St

Share This Article
Exit mobile version