Diserbu Warga Jragung, Demang Ngantor Deso Buktikan Pelayanan Pemkab Demak Semakin Dekat dengan Rakyat

Bupati Demak dr Hj Eisti'anah SE didampingi Wabup KH Muhammad Badruddin, Sekda H Akhmad Sugiharto dan Plt Kepala Dinsos P2PA Agus Herawan saat menyerahkan bantuan untuk warga Jragung penyandang disabilitas pada acara Demang Ngantor Deso. Foto : sari jati
DEMAK (Jatengdaily.com)– Program Demang Ngantor Deso kembali mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Kali ini giliran Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, yang menjadi lokasi pelaksanaan program unggulan Pemerintah Kabupaten Demak tersebut. Ribuan warga memanfaatkan kesempatan untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi, mendapatkan layanan kesehatan, hingga membeli paket sembako murah yang bahkan habis sebelum kegiatan berakhir.
Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, SE mengatakan, Demang Ngantor Deso merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik secara langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, masyarakat tidak perlu lagi datang jauh ke pusat pemerintahan karena berbagai layanan kini dibawa langsung ke desa.
“Tugas pemerintah adalah hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui Demang Ngantor Deso, kami ingin pelayanan semakin mudah dijangkau. Harapannya, koordinasi antara OPD dan pemerintah kecamatan juga terus berjalan, bukan hanya saat kegiatan ini berlangsung,” ujar Eisti’anah, Rabu (29/07/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan di Desa Jragung menjadi agenda ketiga setelah sebelumnya sukses digelar di Desa Sumberrejo, Kecamatan Mranggen, dan Desa Mangunrejo, Kecamatan Kebonagung. Seluruh perangkat daerah turut membuka layanan, mulai dari administrasi kependudukan, pembayaran PBB melalui Monalisa (mobil layanan keliling desa), pelayanan perizinan, pertanian, bantuan sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, ketenagakerjaan, hingga pelayanan keluarga berencana.
Di sela kegiatan, Bupati Eisti’anah juga mengapresiasi perkembangan Desa Jragung. Meski belum memiliki Pendapatan Asli Desa (PADes), desa yang berada di perbatasan Kabupaten Demak dan Kabupaten Semarang itu mampu menunjukkan kemajuan pembangunan yang cukup pesat. Salah satunya terlihat dari keberadaan gedung serbaguna yang dinilai representatif untuk menunjang berbagai aktivitas masyarakat.
“Saya benar-benar kagum. Desa ini belum memiliki PADes, tetapi semangat membangunnya luar biasa. Gedung serba gunanya sangat bagus. Ini menjadi bukti bahwa kemajuan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh semangat dan kebersamaan masyarakatnya,” tutur Bupati.
Kepala Desa Jragung, Edy Susanto, mengungkapkan bahwa wilayahnya dihuni sekitar 19 ribu jiwa dengan mata pencaharian utama sebagai petani, buruh tani, dan pekerja migran di Korea Selatan, Hong Kong, serta Jepang. Meski memiliki keterbatasan sumber pendapatan desa, pihaknya terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui UMKM dan pengembangan desa wisata.
“Kami bekerja dengan penuh keikhlasan untuk memajukan desa. Alhamdulillah, UMKM emping jagung yang kami bina kini menjadi rujukan hingga ke kabupaten lain, dan Jragung dipercaya sebagai desa wisata terbaik di Kabupaten Demak. Terima kasih kepada Pemkab Demak yang telah memilih Jragung sebagai tuan rumah Demang Ngantor Deso,” kata Edy.
Selain menghadirkan pelayanan publik, kegiatan tersebut juga menjadi forum penyampaian aspirasi warga. Muhammad Rizky Mubarok mengusulkan pembangunan jogging track di lapangan desa sebagai fasilitas olahraga masyarakat. Sementara kader kesehatan Isti Wulandari berharap adanya pelatihan pengolahan makanan berbahan pisang dan jagung agar menjadi produk khas bagi wisatawan, serta pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas agar lebih mandiri.
Wakil Bupati Demak KH Muhammad Badruddin mengajak masyarakat terus menjaga semangat gotong royong dan melestarikan lingkungan sebagai warisan untuk generasi mendatang. Sementara Sekretaris Daerah H. Akhmad Sugiharto mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap ancaman kebakaran selama musim kemarau, khususnya di wilayah Karangawen. Ia meminta masyarakat memastikan instalasi listrik, kompor, maupun aktivitas pembakaran sampah dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah. rie-she
Share This Article
Exit mobile version