Dongkrak Ekonomi Daerah, Waka DPRD Jateng Dukung Pengembangan Kawasan Wisata Berbasis Aglomerasi

3 Min Read
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh hadiri Rembug Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendopo Kota Tegal, Senin (22/6/2026). Foto: dok

TEGAL (Jatengdaily.com)- Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mendukung pengembangan wisata berbasis aglomerasi yang mulai disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperluas manfaat sektor pariwisata bagi masyarakat.Menurut Saleh, konsep aglomerasi wisata menjadi langkah strategis untuk menghubungkan berbagai destinasi unggulan di sejumlah kabupaten dan kota dalam satu paket perjalanan yang terintegrasi.

“Konsep ini sangat baik karena tidak hanya mengembangkan satu destinasi, tetapi juga menghubungkan potensi wisata antardaerah sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya dalam kegiatan Rembug Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendopo Kota Tegal, Senin (22/6/2026).

Ia menilai selama ini masih banyak destinasi wisata yang berkembang secara parsial. Padahal, setiap daerah di Jawa Tengah memiliki potensi wisata yang dapat saling melengkapi dan diperkuat melalui kerja sama lintas wilayah.

Dengan adanya aglomerasi wisata, wisatawan diharapkan memiliki lebih banyak pilihan destinasi dalam satu perjalanan. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan sekaligus mendorong peningkatan belanja wisata di daerah.

“Semakin lama wisatawan berada di Jawa Tengah, maka semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan oleh pelaku usaha lokal, mulai dari UMKM, sektor kuliner, hingga penyedia jasa akomodasi,” katanya.

Saleh juga mendukung pemanfaatan sistem informasi digital yang akan menjadi bagian dari pengembangan aglomerasi wisata. Menurutnya, kemudahan akses informasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik destinasi wisata.

Melalui platform digital yang terintegrasi, wisatawan dapat memperoleh informasi mengenai destinasi wisata, kuliner, ekonomi kreatif, hingga penginapan dalam satu layanan yang mudah diakses.

Selain promosi dan digitalisasi, Saleh mengingatkan pentingnya pembangunan konektivitas antardestinasi. Infrastruktur yang memadai, terutama akses jalan menuju kawasan wisata, menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata tidak hanya berbicara tentang destinasi, tetapi juga menyangkut kemudahan akses, kenyamanan wisatawan, serta keterlibatan masyarakat lokal dalam ekosistem pariwisata.

“Infrastruktur yang baik akan meningkatkan aksesibilitas kawasan wisata dan memperkuat daya saing pariwisata Jawa Tengah di tingkat nasional,” ujar Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.

Ia berharap pengembangan wisata berbasis aglomerasi dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Pariwisata memiliki efek berganda yang besar terhadap perekonomian. Karena itu, pengembangannya perlu dilakukan secara terintegrasi agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak daerah dan masyarakat,” pungkas Saleh. she

Share This Article
Exit mobile version