SEMARANG (Jatengdaily.com) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (LPPM USM) menyelenggarakan Workshop Intensif Penyusunan Porposal Hibah Riset bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk para dosen Universitas Semarang (USM), pada Jumat (24/4/2026).
Acara yang dihadiri Wakil Rektor I Prof Dr Ir Haslina MSi, Ketua LPPM USM Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT, dan Ketua Penelitian Dr Rohmini Indah Lestari ST MM.
Kegiatan tersebut mengupas tuntas strategi pendanaan BRIN RIIM kompetisi tahun 2026 dengan menghadirkan narasumber dari Tim Layanan Fasilitas Riset dan Inovasi II – BRIN Dr Antho Thohirin ST MT.
Prof Haslina mengatakan, jumlah proposal dari dosen USM yang diajukan tahun 2026 meningkat dari tahun sebelumnya. Dia berharap, hasil penelitian para dosen USM menghasilkan output yang terukur berupa publikasi, berupa patent maupun produk inovasi yang akan bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan ini merupakan langkah nyata Universitas Semarang (USM) dalam memperkuat peran kita di ekosistem riset nasional, khususnya melalui pendanaan RIIM Kompetisi Tahun 2026.
“Bapak/Ibu dapat memanfaatkan forum ini sebaik-baiknya untuk mendapatkan ilmu dari narasumber untuk perbaikan proposal yang telah disiapkan,” kata Prof Haslina.
”Lebih baik memperbaiki kekurangan di forum ini daripada proposal kita gugur di tahap seleksi nasional,” ujarnya.
Dia menambahkan, ada beberapa poin krusial yang harus diperhatikan dalam menyiapkan proposal yang bagus, yakni riset harus selaras dengan Fokus Riset Nasional serta mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan industri.
”Prioritaskan kualitas agar proposal menjadi eligible dan kompetitif. Ikuti panduan terbaru dengan cermat, jangan biarkan ide brilian gugur hanya karena kesalahan teknis kecil. Pastikan aspek novelty (kebaruan) dan orisinalitas riset tetap terjaga demi menjaga reputasi institusi kita dan kedepankan kerja sama multidisiplin dalam penyusunan riset,” imbuhnya.
Dia berharap, kegiatan tersebut membawa peningkatan signifikan pada jumlah proposal USM yang lolos hibah, dan menghasilkan output terukur berupa publikasi bereputasi, HAKI, maupun produk inovasi yang bermanfaat.
Sementara itu, Dr Antho berharap, setelah mengikuti kegiatan tersebut, banyak proposal para dosen USM yang lolos yang didanai BRIN.
“Jadi RIIM kompetisi merupakan skema pendanaan yang mencari keterbaruan awal dalam rangka untuk menuju hasil riset di paling akhir,” tambahnya. St


