SEMARANG (Jatengdaily.com)— Bambang Dewantoro, S.Kom., M.M., berhasil meraih gelar Doktor dari Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula). Gelar tersebut diraihnya setelah menjalani ujian terbuka pada Kamis (27/8/2026).
Bambang yang merupakan guru SMA Institut Indonesia sekaligus Dosen Luar Biasa (LB) Universitas Sains Teknologi Ekonomi Digital Indonesia (USTEDI) ini resmi menyandang gelar Dr. Bambang Dewantoro, S.Kom., M.M, setelah menjalani ujian terbuka, dengan mengusung disertasi yang berjudul “Peran Training & Development dan Mastery Orientation melalui Ta’awun Employee Knowhow menuju Human Resource Performance.”
Dr Bambang merupakan Doktor ke 97 yg diluluskan PDIM FEB Unissula. Dalam disertasinya, Dr Bambang mengembangkan sebuah model konseptual baru (novelty model) untuk menjawab keterbatasan teoritis sekaligus menjembatani kesenjangan empiris (research gap) dari berbagai penelitian terdahulu mengenai hubungan antara Training & Development dan Human Resource Performance.

Penelitian tersebut berfokus pada sejumlah variabel, di antaranya Learning Climate, Transfer of Training, dan Mastery Orientation. Dari penelitian itu, Bambang mengusulkan konsep baru Ta’awun Employee Knowhow (TEKnow) yang berlandaskan nilai-nilai spiritualitas Islam.
Konsep TEKnow ditempatkan sebagai variabel mediasi transformatif yang diharapkan mampu mendorong peningkatan kinerja sumber daya manusia (Human Resource Performance) dosen secara berkelanjutan.
Dr Bambang menjelaskan, penelitian tersebut menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Covariance atau CB-SEM. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak AMOS versi 28.0.
Populasi penelitian mencakup seluruh dosen tetap pada 18 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) di lingkungan LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, dengan jumlah populasi sebanyak 396 dosen.
Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan perhitungan awal, diperoleh 199 dosen sebagai sampel. Selanjutnya, dilakukan evaluasi terhadap asumsi multivariate outliers menggunakan jarak Mahalanobis (Mahalanobis Distance).
Dari proses tersebut, sebanyak 17 data observasi ekstrem dieliminasi sehingga diperoleh 182 data sampel bersih yang kemudian dianalisis menggunakan full structural model.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ta’awun Employee Knowhow dan Mastery Orientation berperan sebagai mediator penuh (full mediation) yang menjembatani pengaruh Transfer of Training dan Learning Climate terhadap Human Resource Performance.
Temuan tersebut secara teoritis turut memperkaya pengembangan Resource-Based Theory dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritualitas Islam. Bambang mengaitkan konsep tersebut dengan prinsip bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi sesamanya, serta ajaran untuk saling menolong dalam kebaikan sebagaimana terkandung dalam QS. Al-Ma’idah ayat 2.
Sementara dari sisi manajerial, hasil penelitian memberikan rekomendasi kepada para pimpinan STIE untuk mentransformasikan pola pelatihan yang bersifat klasikal dan formal menjadi ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang lebih berkelanjutan.
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan program pendampingan (mentoring), coaching klinis, serta pembentukan research group yang berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kompetensi sekaligus kinerja dosen.
Dalam proses penyusunan disertasi hingga pelaksanaan ujian terbuka, Bambang Dewantoro dipromotori oleh Prof. Dr. Heru Sulistyo, S.E., M.Si., yang juga menjabat Dekan FEB Unissula, serta Dr. Marno Nugroho, S.E., M.M.
Adapun jajaran penguji terdiri atas Anjar Priyono, S.E., M.Si., Ph.D., Prof. Dr. Mutamimah, S.E., M.Si., Prof. Dr. Ardian Adhiatma, S.E., M.M., Prof. Dr. Nunung Ghoniyah, M.M., dan Dr. Budhi Cahyono, S.E., M.Si.
Keberhasilan Bambang Dewantoro meraih gelar doktor menjadi pencapaian akademik penting dalam perjalanan kariernya sebagai pendidik. Tidak hanya memperkuat kiprahnya di bidang pendidikan, penelitian tersebut juga menawarkan perspektif baru dalam pengembangan sumber daya manusia dengan memadukan pendekatan manajemen modern dan nilai-nilai spiritualitas Islam.
Melalui konsep Ta’awun Employee Knowhow, Bambang berupaya menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi dan kinerja sumber daya manusia tidak semata-mata bertumpu pada aspek manajerial, tetapi juga dapat diperkuat melalui budaya saling membantu, berbagi pengetahuan, dan nilai-nilai kebaikan yang berkelanjutan. she