Duet Multazam-Isdiyanto Pimpin Ganas Annar MUI Jateng, Fokus Pencegahan Narkoba Sejak Dini

Dr KH Multazam Ahmad, saat mengisi acara Ngaji Nom Noman bersama Drs KH Eman Sulaiman MH, dan Dr KH Sarjuni melayani masyarakat pada acara Ngaji Nom-Noman On The Road di CFD Simpanglima Semarang, beberapa waktu lalu. Foto:sunarto

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menyiapkan langkah penguatan organisasi dan edukasi masyarakat untuk menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba yang semakin mengkhawatirkan, terutama di kalangan anak-anak dan generasi muda.

​Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ganas Annar MUI Jawa Tengah, Dr. H. Multazam Ahmad, M.Ag., dikukuhkan dalam rangkaian Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) MUI Jawa Tengah di Hotel Metro Park View, Semarang, Sabtu (17/10/2026).

​Ganas Annar dikukuhkan secara langsung oleh Ketua Umum MUI Jawa Tengah, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., bersama sejumlah lembaga lainnya, yakni Muallaf Center, Lembaga Pengembangan Ekonomi Umat (LPEU), Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM), serta Badan Arbitrase Syariah Nasional (Basyarnas).

​Mengemban amanah untuk masa khidmat 2026–2031, Multazam menegaskan bahwa Ganas Annar akan berfokus pada upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam melindungi keluarga, khususnya anak-anak dan kalangan pelajar.

​”Pertama, saya mengucapkan terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan Majelis Ulama. Tugas pokok kami adalah membantu pemerintah, terutama dalam upaya pemberantasan narkoba yang saat ini semakin marak,” ujar Multazam saat diwawancarai seusai pengukuhan.

​Menurut dia, langkah awal yang akan dilakukan adalah konsolidasi internal dan pemantapan program kerja. Penguatan kepengurusan menjadi penting agar organisasi dapat bergerak secara terarah dalam menjalankan misi pencegahan penyalahgunaan narkoba.

​”Program saya yang pertama adalah konsolidasi. Kedua, kami menyiapkan program untuk memantapkan kepengurusan ini ke depan,” katanya.

​Anak dan Pelajar Menjadi Perhatian Utama

​Multazam menilai perkembangan teknologi digital membawa tantangan tersendiri dalam upaya melindungi generasi muda dari bahaya narkoba. Kemudahan mengakses berbagai informasi melalui telepon genggam membuat pengawasan terhadap lingkungan dan aktivitas anak membutuhkan perhatian lebih dari keluarga maupun masyarakat.

​Ia mengingatkan bahwa persoalan narkoba bukan hanya menjadi urusan aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, pendekatan edukasi perlu diperkuat agar masyarakat memahami bahaya narkoba sekaligus mampu melakukan pencegahan sejak dini.

​”Saat ini tantangannya luar biasa. Anak-anak dan generasi muda juga sudah menjadi sasaran. Karena itu, kita harus bersama-sama menangani persoalan ini,” tuturnya.

​Pengalaman saat mengunjungi pusat rehabilitasi narkoba turut memperkuat keprihatinannya. Dari kunjungan tersebut, ia mendapat gambaran mengenai luasnya persoalan penyalahgunaan narkoba yang membutuhkan perhatian serius dan keterlibatan berbagai pihak.

​”Kita punya anak, kita punya cucu. Ke depan, kita harus ikut membantu masyarakat agar anak-anak dan generasi penerus jangan sampai terkena narkoba,” tegasnya.

​Siapkan Dialog di Sekolah dan Duta Narkoba

​Sebagai bagian dari langkah pencegahan, PW Ganas Annar MUI Jawa Tengah berencana menggelar dialog dan edukasi bagi pelajar. Salah satu agenda yang disampaikan Multazam adalah rencana kegiatan di SMA Negeri 3 Semarang pada bulan berikutnya.

​Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya narkoba dan pentingnya menjaga diri dari penyalahgunaan zat terlarang.

​Selain edukasi langsung, Ganas Annar juga merencanakan program Duta Narkoba. Program ini diharapkan dapat melibatkan kalangan pelajar, mulai dari tingkat SMA, untuk membantu menyebarkan pesan pencegahan kepada teman sebaya dan lingkungan sekitarnya.

​”Insya Allah, program Duta Anti Narkoba sudah kami rencanakan. Mudah-mudahan nanti bisa dimulai dari kalangan SMA dan dikembangkan sebagai bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat,” ungkapnya.

​Multazam menegaskan, Ganas Annar akan mengedepankan pendekatan edukatif sesuai dengan peran organisasi. Sementara itu, aspek penegakan hukum dan penindakan tetap menjadi ranah aparat serta lembaga yang berwenang.

​Ia juga berharap media massa dapat berperan aktif dalam menyosialiskán bahaya narkoba dan memperkenalkan program-program Ganas Annar kepada masyarakat luas.

​Narkoba Musuh Bersama

​Dalam wawancara tersebut, Multazam menyebut prevalensi penyalahgunaan narkoba di Jawa Tengah berada pada angka sekitar 2,96 persen, berdasarkan data yang ia ingat. Ia juga menyebut Jawa Tengah berada di urutan keempat dalam konteks nasional terkait permasalahan tersebut, meski indikator dan periode datanya belum dirinci.

​Angka tersebut, menurut dia, menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan tidak boleh dilakukan secara sporadis. Edukasi perlu menjangkau keluarga, sekolah, dan masyarakat secara berkelanjutan agar generasi muda tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

​Multazam berharap sinergi antara ulama, pemerintah, aparat, lembaga pendidikan, media, dan masyarakat dapat semakin kuat. Dengan kerja bersama, upaya membangun lingkungan yang aman bagi anak-anak dan generasi penerus diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

​”Narkoba menjadi musuh kita bersama. Kita harus ikut membantu masyarakat supaya generasi penerus tidak sampai terkena narkoba,” pungkasnya.

​Susunan Pengurus PW Ganas Annar MUI Jawa Tengah Masa Khidmat 2026–2031

​Penanggung Jawab

  1. ​Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A.
  2. ​Dr. KH. Muh. Syaifudin, M.A.
  3. ​H. Agus Sumartono, S.E.

​Pengarah

  • ​Ketua: Drs. KH. Muhyiddin, M.Ag.
  • ​Sekretaris: Dr. H. Hasan Asy’ari Ulama’i, M.Ag.
  • ​Anggota Pengarah: Gubernur Jawa Tengah, Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda Jawa Tengah, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah, Kepala BNNP Jawa Tengah, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat yang tercantum dalam susunan kepengurusan.

​Pelaksana

  • ​Ketua: Dr. H. Multazam Ahmad, M.Ag.
  • ​Wakil Ketua: Jamaludin Ma’ruf, S.Farm., Apt.
  • ​Sekretaris: H. Isdiyanto, S.I.P., M.I.P.
  • ​Wakil Sekretaris: H. Ahmad Suhari
  • ​Bendahara: Drs. H. Eman Sulaeman, M.H.
  • ​Wakil Bendahara: Wicky Sri Erlangga, S.Sos., M.Si.

​Bidang Organisasi dan Keanggotaan

  • ​Koordinator: Dr. H. Anasom, M.Hum.
  • ​Anggota: Prof. Dr. Tholkhatul Khoir, M.Ag.; Muhammad Nawir, S.Pd.; H. Sarjuni, M.Hum., Ph.D.; Ir. H. Khammad Maksum; dan Muhammad Lutfi Azis, M.Pd.I.

​Bidang Pencegahan dan Rehabilitasi

  • ​Koordinator: Dr. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., M.A.
  • ​Anggota: Prof. Dr. KH. Ali Imron, S.H., M.Ag.; Chandra Adhie Nugroho; Rofiq Mahfudh, M.Si.; Dr. H. Taufiqurrahman, M.Si.; dan Dr. Muhammad Akhsan, M.Kom.

​Bidang Advokasi dan Bantuan Hukum

  • ​Koordinator: H. Zaenal Abidin Petir, S.H., M.H.
  • ​Anggota: Prof. Dr. Ali Masyhar Mursyid, S.H., M.H.; Faqihuddin, S.H.I., M.H.; Naya Amin Zaini, S.H., M.H.; Dr. Umar Ma’ruf, M.H.; dan Moh. Puji Wibowo, S.Ag.

​Bidang Humas dan Publikasi

  • ​Koordinator: Syamsul Huda, S.Sos., M.Si.
  • ​Anggota: Dr. H. Agus Fathuddin Yusuf, M.A.; Dr. Heri Pamungkas, M.Kom.; Sunarto; H. Al Ahyani A.R., S.I.P.; dan Cahyo Nugroho, S.Sos.

​Bidang Program dan Penelitian & Pengembangan (Litbang)

  • ​Koordinator: Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag.
  • ​Anggota: Dr. H. M. Arif Royani, Lc., M.S.I.; Dr. H. A. M. Jumai, S.E., M.M.; Dr. Heri Nugroho, M.Si.; Dr. Sholikhul Huda; dan Ahsan Fauzi, S.Sos.I. st
Share This Article
Exit mobile version