LAHAT (Jatengdaily.com)— Dalam upaya mendukung peningkatan ketahanan pangan di kawasan transmigrasi, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan kegiatan survei lanjutan berupa validasi spasial dan pengukuran kondisi fisik saluran irigasi.
Rangkaian kegiatan lapangan ini dilangsungkan pada tanggal 12 hingga 18 September 2026, bertempat di Desa Marga Mulya, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Aksi lapangan ini melibatkan langsung para anggota Tim Ekspedisi Patriot Undip bersama dengan aparat serta perangkat Desa Marga Mulya.
Meskipun tidak melalui forum seminar atau rapat formal, kegiatan ini murni diwujudkan melalui aksi peninjauan langsung di lapangan serta koordinasi teknis yang intensif antara tim akademisi dan perangkat desa setempat.
Fokus utama kegiatan ini adalah melakukan validasi spasial, pengambilan titik koordinat atau geotagging, serta pengukuran geometris secara mendetail terhadap kondisi fisik saluran drainase dan parit persawahan warga. Melalui langkah ini, tim juga dapat mengobservasi secara langsung kondisi sumber daya air yang tersedia, termasuk keberadaan embung di sekitar wilayah tersebut.
Adapun tujuan utama pelaksanaan kegiatan peninjauan dan pengukuran ini adalah untuk memperoleh parameter teknis yang akurat dan komprehensif di lapangan. Parameter penting yang dihimpun meliputi lebar serta kedalaman saluran air, data elevasi kontur lahan, hingga pemetaan koordinat sumber air.
Seluruh data krusial tersebut nantinya akan diintegrasikan secara langsung ke dalam dokumen teknis guna menyempurnakan rancangan desain sistem pengairan berbasis Pompa Air Tenaga Surya (PATS).
Desa Marga Mulya sendiri dipilih sebagai salah satu fokus penting karena memiliki potensi lahan sawah produktif seluas kurang lebih 50 hektare yang sangat membutuhkan pasokan air secara optimal.
Sekertaris Desa Jazuli mengatakan keterbatasan sarana pengairan sebelumnya menjadi kendala utama dalam mendistribusikan air secara merata ke lahan-lahan pertanian warga, terutama yang berada pada posisi elevasi lebih tinggi. Oleh karena itu, kehadiran sistem PATS yang dirancang dengan konsep direct-coupled tanpa baterai diharapkan mampu memberikan solusi jangka panjang yang efektif dan efisien bagi para petani setempat.
Hasil validasi spasial dan pengukuran saluran irigasi ini selanjutnya akan disusun ke dalam matriks teknis dan dokumen laporan komprehensif untuk mendukung perencanaan program selanjutnya. Melalui sinergi yang kuat antara Tim Ekspedisi Patriot Undip dan masyarakat Desa Marga Mulya, diharapkan program pembangunan infrastruktur energi terbarukan ini dapat segera direalisasikan dengan matang, sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta kesejahteraan masyarakat di Kawasan Transmigrasi Kikim secara berkelanjutan. she


