Enam Karya Penelitian Terbaik Terpilih dalam Lomba Penelitian Kabupaten Demak 2026

Bupati Demak dr Hj Eisti'anah SE didampingi Sekda H Akhmad Sugiharto dan Kepala Bapperida Masbahatun Ni'amah, menyerahkan hadiah pada Juara 2 Lomba Penelitian 2026. Foto : Dok Bapperida Demak.
DEMAK (Jatengdaily.com)– Enam karya penelitian terbaik berhasil terpilih dalam Lomba Penelitian Kabupaten Demak Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Selasa (28/07/2026). Seluruh penelitian yang meraih penghargaan mengusung solusi berbasis ekonomi hijau, mulai dari pengelolaan sampah, energi terbarukan, hingga penguatan ekosistem pesisir.
Predikat Juara I diraih Nur Faizah melalui penelitian berjudul “Strategi Penguatan Ekosistem dan Lanskap Ekonomi Hijau Menuju Kabupaten Demak yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan di Kabupaten Demak.” Karya tersebut dinilai mampu menawarkan arah pembangunan ekonomi hijau yang komprehensif dan aplikatif bagi Kabupaten Demak. Atas prestasinya, Nur Faizah menerima trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan sebesar Rp10 juta.
Sementara Juara II diraih Siti Istiqomah dan Teguh Edhy Wibowo melalui penelitian “Model Circular Green Economy Berbasis Rumah Tangga untuk Akselerasi Tata Kelola Persampahan Berkelanjutan di Kabupaten Demak.” Adapun Muhammad Naufal Fauza menempati Juara III lewat karya “Robgreen: Model Pengelolaan Berbasis Green Accounting dan Ekonomi Sirkular dalam Transformasi Sedimentasi Rob untuk Ekonomi Berkelanjutan di Kabupaten Demak.” Keduanya masing-masing memperoleh uang pembinaan sebesar Rp9 juta dan Rp8 juta.
Untuk kategori harapan, Juara Harapan I diberikan kepada Yunita Ratna Sari melalui penelitian “Model Collaborative Governance dalam Akselerasi Tata Kelola Persampahan Berkelanjutan di Kabupaten Demak.” Juara Harapan II diraih Fatkur Rohman Najib, Hilyatin Ulin Nor, dan Najwa Niswatil Muayyada dengan inovasi detergen biodegradable berbahan biosurfaktan daun waru dan eco enzyme limbah kulit jeruk pamelo sebagai sabun cuci ramah lingkungan.
Sedangkan Juara Harapan III menjadi milik Sulis Setyaningrum dan Mila Agustiana Putri melalui penelitian transformasi eceng gondok (Eichhornia crassipes) dan alang-alang rawa (Typha angustifolia) menjadi bioetanol untuk pelestarian lingkungan sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).
Bupati Demak dr Hj Eisti’anah SE mengapresiasi kualitas penelitian yang ditampilkan para peserta. Menurutnya, karya-karya tersebut membuktikan bahwa masyarakat Demak memiliki kemampuan menghadirkan solusi ilmiah terhadap berbagai persoalan daerah, mulai dari kekeringan, rob, pengelolaan sampah hingga pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
“Lomba Penelitian ini luar biasa. Kita bisa melihat pelajar, akademisi maupun masyarakat umum memiliki kepedulian dan ingin memberikan ide terbaiknya untuk Kabupaten Demak. Kalau hasil penelitiannya bagus, tentu bisa menjadi salah satu pertimbangan penyusunan kebijakan pemerintah daerah,” ujar Bupati Eisti’anah.
Ia menegaskan pemerintah tidak ingin hasil penelitian hanya berhenti sebagai dokumen perlombaan. Seluruh karya yang dinilai potensial akan terus dikaji dan dikembangkan melalui kolaborasi bersama komunitas peneliti yang telah dibentuk Bapperida agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kalau hasil penelitian hanya dilombakan lalu selesai, masyarakat tidak akan termotivasi. Tetapi kalau hasil penelitian itu digunakan pemerintah, saya yakin akan semakin banyak warga Demak yang berlomba-lomba memberikan kontribusi terbaik bagi daerah. Apa yang kita bangun hari ini harus menjadi warisan bagi anak cucu,” tegasnya.
Kepala Bapperida Kabupaten Demak Masbahatun Ni’amah SSi mengatakan lomba penelitian merupakan bagian dari upaya membangun budaya riset di Kabupaten Demak. Tahun ini panitia menerima 41 proposal dari pelajar, mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat umum. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 17 penelitian masuk tahap presentasi akhir dan dinilai oleh tim yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, BRIDA Provinsi Jawa Tengah, serta akademisi.
“Lomba ini bukan hanya mencari juara, tetapi menjaring ide dan solusi yang bisa dimanfaatkan pemerintah dalam pembangunan daerah. Harapan kami, hasil penelitian terbaik dapat menjadi referensi kebijakan sehingga manfaatnya benar-benar kembali kepada masyarakat,” kata Masbahatun.
Mengusung tema “Inisiasi Ekonomi Hijau untuk Mendukung Ekonomi Berkelanjutan”, Lomba Penelitian Kabupaten Demak 2026 diharapkan menjadi wadah lahirnya inovasi berbasis riset sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.rie-she
Share This Article
Exit mobile version