SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dalam upaya memperkuat kualitas akademik dan kompetensi mahasiswa, Fakultas Ekonomi Universitas Semarang melakukan audiensi dengan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro Semarang pada 13 Mei 2026.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal membangun sinergi antara Fakultas Ekonomi Universitas Semarang dengan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro Semarang guna menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi, bersertifikasi, dan siap menghadapi kebutuhan dunia industri.
Delegasi Fakultas Ekonomi terdiri atas Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Edy Suryawardana, S.E, M.M., Wakil Dekan Dr. Adijati Utaminingsih, S.E., M.M., Ketua Program Studi S1 Manajemen Dr. Asih Niati, S.E., M.M., Sekretaris Program Studi S1 Manajemen Dr. Teguh Ariefiantoro, S.E., M.M., Kaprodi D3 Manajemen Perusahaan Anitiyo Soelistiyono, S.E., M.Si., Ph.D., serta Sekretaris Program Studi D3 Manajemen Perusahaan Adi Widyakto, S.E., M.M.
Kedatangan tim Fakultas Ekonomi Universitas Semarang disambut Dekan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro Semarang, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si beserta jajarannya di Ruang Sidang Dekanat Lt. 4 Sekolah Vokasi Undip.
Dekan FE USM, Dr. Edy Suryawardana, S.E, M.M mengatakan, dalam diskusi, kedua institusi membahas berbagai peluang terkait pembukaan Prodi D4, kolaborasi, program pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang bisa dilakukan.
Selain itu juga tentang penguatan praktik pembelajaran, magang mahasiswa, hingga pengembangan sumber daya manusia yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi dan sertifikasi baik dosen maupun mahasiswa untuk Program Studi D4.
”Kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan perkembangan dan kebutuhan industri, serta upaya untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan bersertifikasi,” ujarnya.
Dia menambahkan, melalui audiensi tersebut, Fakultas Ekonomi Universitas Semarang menunjukkan komitmennya untuk menciptakan lulusan yang unggul, serta berkompeten di bidangnya serta siap untuk bersaing di era global.
”Mahasiswa tidak hanya perlu dibekali dengan teori, tetapi juga harus dibekali dengan kompetensi dan bersertifikasi keahlian setelah menyelesaikan studinya,” ungkapnya. St


