FISIP Undip Gelar Bedah Buku, Mohammad Saleh Tekankan Pentingnya Menjembatani Teori dan Praktik Politik

3 Min Read
Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh dalam bedah buku yang digelar FISIP Undip. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar bedah buku bertajuk “Shortcut Teori‑Teori Pilihan dalam Ilmu Politik” pada Jumat (22/5/2026) di Ruang Teater Gedung C FISIP Undip.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara akademisi dan praktisi dalam membedah relevansi teori politik dengan dinamika lapangan.

Salah satu pembahas yang hadir ialah Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh.

Dia menekankan pentingnya menghubungkan teori politik dengan realitas praktik elektoral di Indonesia. Menurut dia, teori-teori pilihan dalam ilmu politik tidak boleh berhenti sebagai konsep akademik semata.

“Teori itu penting, tetapi akan lebih bermakna jika bisa digunakan untuk membaca perilaku pemilih, strategi kampanye, dan dinamika kekuasaan yang nyata di lapangan,” ujar Saleh dalam diskusi.

Ia menjelaskan bahwa dalam praktik politik, keputusan sering kali tidak sepenuhnya rasional seperti yang dijelaskan dalam teori klasik. Faktor emosional, kedekatan sosial, hingga framing media turut memengaruhi pilihan politik masyarakat.

Menurutnya, fenomena politik kontemporerterutama di era digital menunjukkan bahwa pendekatan teoritik perlu terus diperbarui agar tetap relevan. “Hari ini, pertarungan politik bukan hanya soal program, tetapi juga soal persepsi, narasi, dan bagaimana realitas dibingkai di ruang publik,” tambahnya.

Saleh juga menyoroti perubahan lanskap politik akibat perkembangan teknologi digital. Ia menilai bahwa media sosial telah mengubah cara kandidat membangun citra dan berinteraksi dengan pemilih.

“Dulu kampanye lebih banyak mengandalkan tatap muka. Sekarang, komunikasi politik terjadi setiap saat di media sosial. Ini membuat teori-teori politik harus mampu menjelaskan fenomena baru seperti digital campaigning dan microtargeting,” jelasnya.

Kegiatan bedah buku ini turut menghadirkan penulis buku, Muhammad Adnan yang memaparkan gagasan utama dalam bukunya, serta akademisi FISIP Undip Wijayanto yang mengulas dimensi politik digital.

Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kampus memperkuat tradisi diskusi ilmiah yang kritis dan aplikatif.

Bedah buku ini diikuti oleh mahasiswa, akademisi, serta pemerhati politik yang antusias mendiskusikan bagaimana teori-teori pilihan dapat digunakan sebagai alat analisis dalam memahami politik Indonesia saat ini.

Melalui forum ini, FISIP Undip berharap terbangun jembatan yang lebih kuat antara dunia akademik dan praktik politik, sehingga teori tidak hanya dipahami, tetapi juga dapat diterapkan dalam membaca realitas demokrasi yang terus berkembang. she

Share This Article
Exit mobile version