SEMARANG (Jatengdaily.com)- Fakultas Teknik (FT) Universitas Diponegoro (Undip) bekerjasama dengan University of Hawai’i at Manoa resmi membuka Summer Workshop 2026. Kegiatan kolaborasi internasional ini dirancang sebagai wadah diskusi dan ruang belajar bagi mahasiswa serta akademisi lintas negara mengenai ketahanan kota dan energi demi mewujudkan masa depan yang berkelanjutan.
Mengusung tema “City and Energy: Towards Sustainability, Resilience, Equity”, program ini berlangsung secara hibrida (daring dan luring) selama dua minggu, mulai 13 hingga 24 Juli 2026. Sepanjang program, peserta akan menelaah berbagai isu serta fenomena ketahanan kota dan energi secara langsung di Kota Semarang.
Kick-off meeting dibuka langsung oleh Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan FT Undip, Prof. Ir. Nita Aryanti, S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa isu keberlanjutan sangat krusial di tengah ancaman perubahan sosial, ekonomi, dan iklim global saat ini.
“Isu ini tidak hanya relevan tetapi juga sangat krusial di era ini. Perkembangan perkotaan yang pesat berjalan beriringan dengan kenaikan muka air laut. Di sisi lain, kita dihadapkan pada tantangan besar berupa perubahan iklim dan upaya untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” ujarnya.
Prof. Nita berharap, program Summer Workshop ini bisa memberikan pengetahuan dan pengalaman yang lengkap terkait dengan isu-isu keberlanjutan, keadilan, dan ketahanan kota.
“Melalui program ini, kami berupaya untuk tidak sekadar mendengarkan teori-teori dari para ahli sesuai dengan bidang keahliannya. Kursus ini juga dirancang untuk memberikan pengalaman yang holistik. Para peserta tidak hanya menerima materi dari para ahli di bidangnya, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung di lapangan,” tambahnya.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh perwakilan dari University of Hawai’i at Manoa, Ashok Das, Ph.D. Ia berharap kolaborasi ini melahirkan banyak manfaat dan memperluas perspektif peserta dalam membangun masyarakat
“Saya berharap kalian semua bisa menikmati (program ini) selama beberapa minggu ke depan, bertemu dengan teman-teman baru, bertemu dengan orang-orang baru, dan belajar serta berpikir tentang bagaimana cara membuat lingkungan masyarakat kita menjadi tempat yang lebih baik di masa depan,” ucap Ashok.
Summer Workshop 2026 tahun ini diikuti oleh 39 peserta dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Filipina, Yaman, Pakistan, hingga Fiji. Selama dua minggu ke depan, para peserta akan mendapatkan materi seputar ketahanan kota, energi berkelanjutan, hingga strategi adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim.
Selain itu, di sesi luring, peserta juga akan melakukan studi lapangan ke beberapa lokasi, seperti Desa Manggihan dan Desa Banjarsari, untuk mempelajari resiliensi energi berbasis masyarakat secara langsung. Melalui program ini, Fakultas Teknik Undip berharap dapat memperkuat jejaring kemitraan internasional sekaligus menghasilkan gagasan-gagasan inovatif yang berdampak nyata bagi keberlanjutan global. she


