SEMARANG (Jatengdaily.com) – Menapaki usia baru yang keempat, Kotta Hotel Semarang kembali menghembuskan napas kreatif di jantung bersejarah Kota Semarang. Mengusung tema besar “Moving FOURward”, hotel estetik ini menandai hari jadinya dengan menggelar Kotta Lama Market Vol. 2, sebuah ruang selebrasi yang mempertemukan para pelaku usaha lokal, komunitas kreatif, dan masyarakat luas untuk tumbuh bersama.
Pesta kolaborasi yang berlangsung pada 17–18 Juli 2026 ini menyulap kawasan Kota Lama Semarang menjadi lebih hidup. Sebanyak 12 local brands pilihan yang telah melalui proses kurasi ketat—mulai dari lini fesyen, kerajinan tangan unik, produk lifestyle, hingga kreasi kuliner—siap memanjakan para pengunjung.
Langkah ini bukan sekadar perayaan biasa. Melalui Kotta Lama Market Vol. 2, Kotta Hotel Semarang berkomitmen nyata untuk memberikan panggung bagi UMKM dan jenama lokal agar dapat memperluas jangkauan pasar mereka.
Demi memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata daerah, acara ini juga digarap apik berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang.
Sinergi hangat ini diresmikan pada Jumat (17/7) melalui sesi Press Conference yang dihadiri langsung oleh Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari, S.E., M.A.P, jajaran manajemen Kotta Hotel Semarang, rekan media, serta para mitra strategis.
”Kotta Lama Market bukan sekadar market, tetapi ruang bertemunya kreativitas, komunitas, dan peluang. Kami ingin terus tumbuh bersama para local brands dan komunitas kreatif yang menjadi bagian penting dari perkembangan Kota Semarang,” ungkap Jessica Adi Rasanto, CEO Kotta Hospitality Management.
Dukungan penuh terhadap inisiatif swasta ini juga ditegaskan oleh Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari, S.E., M.A.P. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi semacam ini sangat sejalan dengan visi makro pemerintah daerah untuk mendorong kemandirian kota, di mana sektor pariwisata menjadi salah satu pilar utamanya.
”Sesuai dengan amanat Wali Kota, kemandirian Kota Semarang salah satunya bertumpu pada sektor pariwisata. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi gelaran seperti Kotta Lama Market ini,” ujar Indriyasari.
Lebih lanjut, Indriyasari membocorkan bahwa antusiasme pariwisata di kawasan bersejarah ini akan terus dipompa, termasuk dengan menyiapkan event berskala besar pada bulan September mendatang.
”Nanti akan ada Festival Kota Lama, dan kami bersiap menyambut kehadiran tamu-tamu internasional. Minimal ada 200 tamu dari Belanda yang dijadwalkan hadir.
Dengan akses Bandara Ahmad Yani yang sudah sangat bagus serta posisi geografis Semarang yang berada di tengah-tengah jalur strategis, insya Allah industri pariwisata kita akan bergerak jauh lebih maju,” tambahnya optimistis.
Sajian Musik: Dari Sesi Jazz Hangat hingga Senandung Folk Fanny Soegi
Setelah seremoni pembukaan selesai, keriuhan festival langsung terasa. Pengunjung mulai menyusuri deretan tenant lokal yang memadati area pasar hingga malam hari.
Suasana malam pembukaan pun dibuat semakin syahdu oleh penampilan spesial dari Chy & Him yang berkolaborasi dengan komunitas Jazz Ngisoringin. Lewat sesi Open Jam Session, para musisi lokal dan pencinta musik jazz diajak melebur bersama dalam harmoni yang cair dan terbuka untuk umum.
Keseruan dipastikan akan mencapai puncaknya pada hari kedua, Sabtu (18/7). Penyanyi dan penulis lagu folk-pop tanah air, Fanny Soegi, dijadwalkan tampil memikat untuk melengkapi pengalaman estetik para pengunjung.
Kehadiran mantan vokalis Soegi Bornean ini diproyeksikan menjadi magnet utama yang menyatukan melodi indah dengan semangat kolaborasi di Kota Lama.
Tidak hanya dimanjakan oleh belanjaan lokal dan panggung musik, para pengunjung juga bisa menikmati berbagai aktivitas interaktif seru, aneka games, dan berburu produk-produk kreatif secara langsung.
Melalui Kotta Lama Market Vol. 2, Kotta Hotel Semarang berharap dapat terus konsisten menjadi wadah kreatif bagi para seniman, komunitas, dan UMKM.
Komitmen “Moving FOURward” ini diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan manis bagi para pelancong, tetapi juga memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi geliat pariwisata Kota Semarang. St


