Gelar Pengajian Rutin di Gedung Pers, Paguyuban Assalam Perkuat Silaturahmi dan Teladani Rasulullah

Paguyuban Assalam kembali menggelar kegiatan pengajian rutin pada Sabtu (31/10/2026) bertempat di Gedung Pers, Semarang. Foto: Dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) — Paguyuban Assalam kembali menggelar kegiatan pengajian rutin pada Sabtu (31/10/2026) bertempat di Gedung Pers, Semarang.

Acara keagamaan yang berlangsung penuh kehangatan ini dihadiri oleh para anggota paguyuban, baik bapak-bapak maupun ibu-ibu alumni dan keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

​Pengajian diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan secara merdu oleh Hj. Riyantin Wahyudi, menambah kekhusyukan suasana pagi tersebut.

​Dalam sambutannya, Ketua Paguyuban Assalam yang baru, Syamsul Huda, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran serta perhatian seluruh anggota.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Paguyuban Assalam menggantikan seniornya, H. Soetjipto, S.H., M.H.

​Keistimewaan Silaturahmi Tatap Muka

​Acara inti diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Dr. KH. Zaenal Abidin. Dalam ceramahnya, ia mengawali dengan ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya pengajian ini.

Ia  menekankan bahwa Paguyuban Assalam bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan sarana untuk saling membersamai dan menjaga tali silaturahmi.

​”Meskipun di zaman sekarang teknologi seperti WhatsApp, Zoom, atau Google Meet memudahkan kita berinteraksi, silaturahmi secara langsung dan tatap muka tetap memiliki rasa dan keistimewaan tersendiri. Bisa bertemu, saling menanyakan kabar, bernostalgia, hingga ngaji bersama adalah kenikmatan yang luar biasa. Semangat para sepuh yang hadir di sini sangat istimewa,” tutur Dr. KH. Zaenal Abidin.

​KH Zaenal juga mengingatkan ajaran Rasulullah SAW yang menganjurkan umatnya untuk rutin berkumpul dan menimba ilmu dari para alim ulama setidaknya 40 hari sekali.

Rasulullah memiliki sifat harisun alaikum—sangat memperhatikan keselamatan dan kebahagiaan umatnya, tidak hanya di dunia tetapi juga hingga di akhirat kelak.

​Empat Pesan Utama Rasulullah SAW

​Mengutip hadis riwayat Imam Muslim dari Sahabat Abu Hurairah RA (“Man nafasa ‘an mukminin qurbatan…”), Dr. KH. Zaenal Abidin menyampaikan empat poin penting sebagai pedoman hidup sehari-rayari:

​Membuat Bahagia dan Menghilangkan Kesusahan Orang Lain Barang siapa yang melapangkan kesusahan atau menggembirakan hati sesama mukmin di dunia, maka Allah akan melapangkan kesusahannya pada hari kiamat.

Kesusahan ini juga mencakup ujian menjelang akhir hayat (kiamat kecil). Beliau mengapresiasi para pengurus dan inisiator yang memfasilitasi kumpulnya para sepuh untuk saling menyebarkan kebahagiaan.

​Memudahkan Urusan Orang Lain Barang siapa yang memudahkan urusan orang yang sedang kesulitan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat (Yassarallahu ‘alaihi fid-dunya wal-akhirah).

Hal ini sejalan dengan QS. Al-Insyirah (Inna ma’al ‘usri yusra). Beliau mengingatkan untuk mempraktikkan hal ini mulai dari lingkaran terdekat, seperti memudahkan urusan pasangan (suami/istri), anak, dan orang tua, serta tidak mempersulit orang lain di tempat umum (seperti tertib berparkir).

​Menutup Aib Sesama Muslim Barang siapa yang menutup aib seorang muslim, Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Beliau mengajak jemaah untuk menjaga lisan dan tidak gemar membicarakan/mengumbar keburukan orang lain (rasan-rasan), melainkan fokus memperbaiki diri sendiri di bawah bimbingan guru dan ajaran agama.

Saling Menjaga dan Melindungi Allah SWT senantiasa menolong dan melindungi hamba-Nya selama hamba tersebut mau menolong dan menjaga saudaranya (Wallahu fi ‘aunil ‘abdi ma kanal ‘abdu fi ‘auni akhihi).

Menjaga keamanan, ketenteraman, dan keselamatan sesama adalah kunci agar hidup kita senantiasa berada dalam naungan serta perlindungan Allah SWT.

​Pengajian diakhiri dengan doa bersama agar seluruh anggota Paguyuban Assalam senantiasa dilimpahi kesehatan, keselamatan dunia dan akhirat, serta memperoleh syafaat dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW. St

Share This Article
Exit mobile version