Gen Wali Ojo Korupsi, Semangat Integritas dari Demak Kota Wali

Inspektur Daerah Kabupaten Demak Kurniawan Arifendi saat semangati masyarakat perangi korupsi melalui gerakan Gen Wali Ojo Korupsi. Foto : sari jati

DEMAK (Jatengdaily.com)– Gen Wali Ojo Korupsi tak ingin berhenti sebagai slogan. Inspektorat Daerah Kabupaten Demak mengubah pesan antikorupsi menjadi gerakan yang lebih dekat dengan masyarakat, mulai dari lagu, senam hingga pembiasaan nilai integritas sejak bangku sekolah.

Inspektur Daerah Kabupaten Demak Kurniawan Arifendi mengatakan, Gen Wali merupakan akronim dari Agen Pengawal Integritas Kota Wali. Gerakan ini diharapkan melahirkan tunas-tunas integritas yang mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing.

“Gen Wali itu sebenarnya akronim dari Agen Pengawal Integritas Kota Wali. Kita ingin menciptakan tunas-tunas integritas, di mana pun kita berada kita bisa menjadi teladan bagi yang lain,” kata Kurniawan, Jumat (18/09/2026).

Semangat Gen Wali juga mengambil kekuatan dari identitas Demak sebagai Kota Wali. Sembilan nilai integritas yang dikampanyekan, seperti berani, jujur, mandiri dan adil, dinilai memiliki keterkaitan dengan nilai keteladanan yang diwariskan para wali.

“Kita berusaha menjaga martabat Kota Wali dengan menggelorakan nilai-nilai kebaikan yang sebenarnya para wali dulu telah ajarkan,” ujarnya.

Untuk membuat pesan lebih mudah diingat, Inspektorat menggagas lagu Dendang Gen Wali Ojo Korupsi. Lagu tersebut kemudian dikembangkan menjadi gerakan senam dengan gerakan tertentu yang mengikuti pesan dalam lirik, seperti berani, maju dan mandiri.

“Awalnya tidak terpikir lagu ini dibuat untuk senam. Tapi ternyata lagunya enak dan bisa dibuat goyang, akhirnya kita lombakan. Ternyata respons masyarakat luar biasa,” ungkap Kurniawan.

Menurutnya, sasaran Gen Wali adalah seluruh lapisan masyarakat, dengan generasi muda menjadi salah satu perhatian utama. Lagu tersebut diharapkan dapat diperdengarkan di sekolah sehingga pesan integritas semakin akrab dan perlahan menjadi kebiasaan.

“Kalau anak-anak sekolah saat istirahat sering mendengarkan, mudah-mudahan nilai-nilai itu bisa menjadi karakter,” katanya.

Kurniawan menegaskan, ukuran keberhasilan Gen Wali bukan sekadar seberapa dikenal atau viral gerakannya. Yang lebih penting, nilai integritas benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan berhenti di sini. Kita ingin pendidikan integritas itu menjadi habituasi. Misalnya nilai jujur diwujudkan dengan tidak mencontek. Jadi pesannya riil dan bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya. rie-she

Share This Article
Exit mobile version