Harumkan Nama Kampus, Tim Griya Kencana Untag Semarang Raih Juara III Nasional di Bali

Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang meraih juara III Lomba Rancang Bangun Atap Nasional dalam ajang PNB Engineering Scientific Competition (PESC) 2026 yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Bali. Foto: Dok

BALI (Jatengdaily.com) – Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang meraih juara III Lomba Rancang Bangun Atap Nasional dalam ajang PNB Engineering Scientific Competition (PESC) 2026 yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Bali.

Prestasi ini diraih oleh tim Griya Kencana setelah berhasil lolos dari seleksi puluhan proposal dan melaju ke babak final tingkat nasional.

​Babak final berlangsung pada 18–19 Oktober 2026 di Gedung Widya Padma, Politeknik Negeri Bali. Tim Griya Kencana beranggotakan M. Irvan Maulana sebagai ketua, serta Ardito Novitra dan Muhammad Farhan sebagai anggota.

Mereka bersaing ketat dengan tim-tim unggulan, di antaranya dari Universitas Annuqayah dan Politeknik Negeri Pontianak.

​Pada babak final, tim UNTAG Semarang mempresentasikan dan mempraktikkan karya bertajuk “Optimasi Rancang Bangun Atap Baja Ringan Berbasis Teknologi Digital”.

Mereka mendemonstrasikan perakitan struktur atap menggunakan material baja ringan sebagai bentuk penerapan ilmu teknik sipil yang memadukan perhitungan teknis, ketepatan rancangan, dan keterampilan konstruksi.

​Keberhasilan menembus posisi tiga besar menjadi pengalaman berharga bagi tim Griya Kencana untuk mengembangkan kemampuan rekayasa, kreativitas, dan inovasi di bidang konstruksi.

Kompetisi ini sekaligus menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk menguji gagasan akademik melalui praktik secara langsung.

​Dukungan penuh terhadap tim diberikan oleh Wakil Rektor III Untag Semarang, Drs. Harsoyo, M.Si., yang hadir langsung di Bali untuk menyaksikan kompetisi sekaligus memberikan semangat kepada para mahasiswa.

​Ketua tim, M. Irvan Maulana, mengungkapkan rasa syukurnya meskipun timnya belum berhasil meraih posisi tertinggi. Ia menilai kompetisi tersebut menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran penting untuk meningkatkan kemampuan pada kesempatan berikutnya.

​“Mohon maaf karena kami belum bisa memberikan hasil yang terbaik. Namun, pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan kemampuan agar bisa meraih prestasi yang lebih baik ke depannya,” ungkap Irvan.

​Capaian ini kian menambah rekam jejak prestasi mahasiswa Teknik Sipil Untag Semarang di tingkat nasional.

Selain membawa pulang gelar juara III, keikutsertaan tim Griya Kencana membuktikan kemampuan mahasiswa dalam mentransformasikan rancangan teknis menjadi praktik konstruksi yang kompetitif. St

Share This Article
Exit mobile version