DEMAK (Jatengdaily.com) – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kabupaten Demak digelar tanpa gemerlap panggung dan hiruk-pikuk seremoni, Sebain (09/02/2026). Meski sederhana, momen ini justru dimaknai para wartawan sebagai ajang bercermin, menakar kembali peran pers di tengah arus informasi yang kian deras.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Demak, Wahib Pribadi, menyebut HPN bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum penting untuk mengoreksi diri. Menurutnya, pers hingga kini tetap memegang peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Pers itu masih sangat penting. Karena itu, kita perlu terus menguatkan diri agar sejalan dengan tema pers yang berdaulat, kuat, dan sehat, dengan tetap menjaga profesionalisme,” kata Wahib.
Wartawan senior Jawa Pos Radar Semarang tersebut menyoroti persoalan klasik yang masih dihadapi insan pers, yakni kesejahteraan. Ia menegaskan, sulit berharap lahir media yang profesional jika wartawannya belum sejahtera.
“HPN ini sebenarnya untuk memperingati diri kita sendiri. Bukan hanya soal pers itu ada, tapi soal perannya. Dan peran itu tidak bisa maksimal kalau jurnalisnya tidak profesional,” ujarnya lugas.
Lebih lanjut, Wahib menekankan pentingnya peningkatan kapasitas wartawan sesuai kemampuan masing-masing. Salah satu upaya yang perlu terus didorong adalah mengikuti uji kompetensi wartawan agar kualitas karya jurnalistik semakin terjaga.
“Pers yang sehat adalah pers yang profesional dan konsisten menyuarakan kepentingan publik. Untuk menjalankan fungsi pers sebagai pilar keempat demokrasi, dibutuhkan tenaga dan pikiran yang sehat,” tambahnya.
Menutup pesannya, Wahib mengajak wartawan di Demak untuk tidak lelah berkarya di tengah berbagai keterbatasan. “Teruslah menulis dan berkarya, hadirkan karya jurnalistik yang menginspirasi masyarakat serta menumbuhkan optimisme,” pungkasnya. rie-she
