Jalan Mulus hingga Wadah Aspirasi: Suasana Hangat Malam Tasyakuran Warga RW 03 Tambakaji Bersama Ketua DPRD Kota Semarang

Malam Tasyakuran atas terealisasinya pengaspalan Jalan Sunan Bonang (RT 1 RW 3). Acara ini semakin berkesan dengan hadirnya Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, S.E., M.M., atau yang akrab disapa Pilus. Foto: Dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)  — Suasana penuh kehangatan dan rasa syukur menyelimuti area parkiran Masjid Al-Muhajirin, RW 03 Kelurahan Tambakaji, Kota Semarang, pada Minggu malam (4/10/2026).

Warga berkumpul bersama jajaran pengurus RT dan RW dalam acara Malam Tasyakuran atas terealisasinya pengaspalan Jalan Sunan Bonang (RT 1 RW 3). Acara ini semakin berkesan dengan hadirnya Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, S.E., M.M., atau yang akrab disapa Pilus.

​Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua RW 03, Hary Setiawan, ini tidak hanya menjadi ajang ungkapan terima kasih, tetapi juga dimanfaatkan sebagai wadah penyerapan aspirasi warga secara langsung.

​Dalam sambutannya, Hary Setiawan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian Ketua DPRD Kota Semarang yang telah memperjuangkan aspirasi pengaspalan jalan hingga kini menjadi mulus dan aman dilalui. Kendati demikian, Hary juga menyelipkan beberapa usulan lanjutan.

​”Jalan di Blok 3 (Jalan Sunan Muria) dan Blok 4 (Jalan Sunan Giri) sudah sekitar lima tahun belum tersentuh pengaspalan. Kami juga berharap ada penambahan lampu penerangan jalan di kedua blok tersebut,” ujar Hary menyampaikan harapan warga.

​Sesi Penyerapan Aspirasi: Dari Pagar Pengaman hingga Sampah

​Acara berlanjut ke sesi dialog interaktif yang disambut antusias oleh perwakilan warga dari tiap RT:

​RT 1 (Gapura, Rebana, & Silaturahmi): Warga RT 1 mengusulkan pembangunan gapura megah berkarakter khas Kota Semarang di wilayah RW 03, bantuan hibah alat musik rebana untuk Masjid Al-Muhajirin, serta harapan agar anggota dewan bisa sering menyapa warga. ​

Menanggapi hal tersebut, Pilus menjelaskan bahwa usulan pintu gerbang masuk/keluar kota di tiga titik (Mangkang, Pucang Gading, dan Mijen/Banyumanik) sudah masuk perencanaan dan terus dikawal. Terkait alat musik rebana, ia menyampaikan bahwa hibah tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi, sehingga usulan akan diarahkan ke jalur yang tepat.

Mengenai kehadiran di tengah warga, Pilus menyambutnya dengan sangat terbuka. ​”Tidak perlu menunggu reses yang setahun sekali, itu terlalu lama. Kalau ada pertemuan RT atau RW, silakan undang saya. Insya Allah saya hadir. Saya sangat senang bisa bertemu langsung dengan warga,” tegas Pilus.

​RT 2 (Pengelolaan Sampah): Warga RT 2 mengusulkan pengadaan kontainer TPA agar pengelolaan sampah lebih tertata. Pilus berjanji akan mengawal usulan ini, sembari mengingatkan warga untuk menyiapkan lokasi yang memadai agar armada sampah mudah bermanuver, serta mempertimbangkan perhitungan teknis jarak ke TPA.

​RT 3 (Keselamatan Area Bermain Anak): Warga RT 3 menyoroti area olahraga dan bermain anak di Jalan Sunan Kudus yang berbatasan langsung dengan selokan tanpa pengaman. Kondisi ini dinilai membahayakan karena sudah beberapa kali memakan korban jatuh.

​Mendengar hal tersebut, Pilus menegaskan komitmennya untuk meninjau langsung ke lokasi. “Saya tidak ingin hanya menerima laporan sekadarnya. Saya akan turun langsung mengecek kondisi, panjang, dan lebarnya di lapangan dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

​Pembangunan dari Pajak Rakyat untuk Rakyat

​Dalam arahan umumnya, Pilus menyampaikan terima kasih atas kepercayaan masyarakat RW 03. Ia menekankan pentingnya pemahaman bersama bahwa anggaran pembangunan yang direalisasikan bukanlah uang pribadi pejabat, melainkan uang rakyat yang dihimpun dari berbagai sektor pajak seperti PPN, PBB, dan pajak kendaraan.

​Ia menjelaskan, di tengah ketiadaan skema Musrenbang dari pemerintah, jalur aspirasi dewan menjadi solusi praktis untuk menjawab kebutuhan warga.

​”Karena anggaran ini berasal dari pajak rakyat, maka rakyat berhak menikmati hasilnya. Jalur politik melalui lembaga dewan inilah yang kita gunakan untuk mengembalikan manfaatnya kepada masyarakat, baik berupa pengaspalan jalan maupun fasilitas umum lainnya. Semua usulan malam ini sudah dicatat dan akan terus dikawal,” pungkasnya.

​Malam tasyakuran dan dialog warga ini ditutup dengan doa bersama, berharap seluruh fasilitas yang telah dan akan dibangun membawa berkah, kenyamanan, serta kesejahteraan bagi seluruh warga RW 03 Kelurahan Tambakaji. Sunarto

Share This Article
Exit mobile version