Jauhari Prasetiawan Raih Gelar Doktor di Unissula, Teliti Perkuatan Geser Balok T dengan FRP

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Jauhari Prasetiawan berhasil meraih gelar doktor. Ia lulus dalam ujian terbuka promosi doktor yang digelar pada Sabtu, (25/4/2026), di Program Doktor Teknik Sipil (PDTS) Fakultas Teknik Unissula.
Dalam ujian tersebut, Jauhari mengangkat disertasi berjudul Studi Eksperimental Perilaku Geser Balok-T yang Diperkuat Menggunakan Fiber Reinforced Polymers (FRP).
Ia dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor sebagai lulusan ke-61 Program Doktor Teknik Sipil Unissula dengan IPK 3,81.
Tim penguji yang terdiri dari Dr Abdul Rochim ST MT, Prof Dr Ir Antonius MT, Ir Prabowo Setiawan MT PhD dan Prof Dr Eng Rendy Thamrin ST MT. Penguji lainnya Prof Dr Ir Slamet Imam Wahyudi DEA, Prof Ir Pratikso MST PhD, dan Dr Ir Sumirin MS.
Dalam disertasinya, Jauhari mengkaji perilaku geser balok beton bertulang berbentuk T yang diperkuat menggunakan Fiber Reinforced Polymers (FRP).
Ia menjelaskan bahwa balok beton bertulang merupakan elemen utama dalam struktur bangunan, namun kegagalan geser sering terjadi secara getas dan tiba-tiba, sehingga berpotensi membahayakan.
“Balok T memiliki perilaku yang lebih kompleks dibandingkan balok persegi, sementara kapasitas geser sering menjadi faktor kritis dalam desain struktur,” ujarnya.
Penelitian ini berfokus pada pengaruh berbagai jenis dan konfigurasi perkuatan eksternal terhadap kapasitas geser, perilaku beban–defleksi, kekakuan, daktilitas, serta pola retak dan mekanisme kegagalan balok.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis perkuatan eksternal memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kapasitas geser.
Metode FRP U-wrap terbukti paling efektif dengan peningkatan kapasitas hingga 44,11 persen (73,21 kN), diikuti oleh perkuatan baja strip sebesar 43,39 persen, serta metode FRP side-bonded dengan peningkatan antara 19,88 persen hingga lebih dari 40 persen, tergantung kualitas ikatan.
Selain itu, konfigurasi perkuatan juga memengaruhi kinerja struktur. Kombinasi FRP dan sengkang mampu meningkatkan daktilitas secara signifikan, dari kisaran μΔ = 2,12–2,94 pada balok kontrol menjadi hingga μΔ = 8,04, serta menghasilkan respons beban–defleksi yang lebih stabil.
Dari sisi perilaku keruntuhan, perkuatan mengubah pola kegagalan dari yang semula bersifat geser getas menjadi flexure–shear bahkan lentur dominan.
Retak diagonal juga terbukti dapat tertahan lebih lama, khususnya pada sistem U-wrap.
Penelitian ini juga menghasilkan model empiris untuk faktor efisiensi perkuatan, dengan rekomendasi nilai desain ψf,U = 0,30 untuk U-wrap dan ψf,SB = 0,40 untuk side-bonded.
Berdasarkan temuan tersebut, Jauhari merekomendasikan penggunaan FRP U-wrap untuk kebutuhan peningkatan kapasitas geser tinggi, terutama pada struktur yang memerlukan perkuatan cepat tanpa perubahan dimensi. Sementara itu, baja strip dinilai sebagai alternatif efektif untuk peningkatan kapasitas sedang dengan keunggulan pada aspek daktilitas dan ekonomi.
Ia juga menyarankan penggunaan sistem anchorage pada metode side-bonded untuk mencegah kegagalan debonding, serta pembatasan jumlah lapisan FRP maksimal dua lapis. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengkaji pengaruh lingkungan, beban siklik, dan temperatur terhadap kinerja perkuatan.
Dengan capaian tersebut, Jauhari Prasetiawan menambah daftar doktor baru di lingkungan Unissula yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu teknik sipil, khususnya di bidang rekayasa struktur beton. she
Share This Article
Exit mobile version