Jawab Tantangan Perkotaan, USM Siapkan 30 Inovasi Teknologi Terbaik Berbasis Smart City

Wakil Rektor I USM, Prof. Dr. Ir. Haslina, M.Si., mewakili Rektor USM foto bersama peserta usai membuka Focus Group Discussion (FGD) pada Kamis (15/10/2026) di Hotel Arrus Semarang. Foto: Dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – USM  mendorong penelitian yang menghasilkan inovasi berbasis teknologi untuk menjawab tantangan perkotaan di masa depan.

Hal itu diungkapkan Wakil Rektor I USM, Prof. Dr. Ir. Haslina, M.Si., mewakili Rektor USM saat membuka Focus Group Discussion (FGD) pada Kamis (15/10/2026) di Hotel Arrus Semarang.

”Kami berharap, melalui program hibah nasional ini, lahir prototipe yang berkelanjutan. Hasil riset dan inovasi yang dikembangkan tidak berhenti sebagai gagasan atau prototipe, tetapi menghasilkan luaran berbasis teknologi yang memiliki nilai guna, nilai ekonomi, serta peluang implementasi untuk mengatasi berbagai persoalan smart city,” kata Prof Haslina.

Kegiatan yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (LPPM USM) tersebut antara lain membahas proposal penelitian terbaik hasil seleksi yang akan memperoleh pendanaan Program Hibah Nasional Hackathon USM Smart City Deep Tech 2026.

Dalam program tersebut, sebanyak 157 proposal masuk dan diseleksi secara bertahap hingga ditetapkan 30 proposal terbaik untuk mengikuti tahap pengembangan berikutnya.

Dalam sambutannya, Prof Haslina menyampaikan apresiasi kepada LPPM USM atas keberhasilan memperoleh pendanaan Program Hibah Nasional Hackathon Smart City Deep Tech 2026.

”Kami berharap, program tersebut mampu memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri. Dengan demikian, USM dapat berkontribusi dalam pengembangan teknologi perkotaan di tingkat nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LPPM USM sekaligus Ketua Tim Task Force Programs, Prof. Dr. Ir. Mudjiastuti Handajani, M.T mengatakan, dari 157 proposal yang masuk, sebanyak 60 proposal lolos seleksi administrasi dan dilanjutkan ke tahap penilaian oleh 13 reviewer.

Setelah melalui proses penilaian dan memperoleh masukan dari tim pakar, sebanyak 30 proposal ditetapkan untuk mengikuti tahapan berikutnya.

Prof. Mudjiastuti mengapresiasi antusiasme para dosen yang mengajukan proposal penelitian.
Menurutnya, jumlah proposal yang masuk jauh melampaui perkiraan awal, yakni sekitar 60 proposal. Usulan yang diajukan juga melibatkan mahasiswa serta kolaborasi dengan perguruan tinggi lain dan industri.

”Alhamdulillah, dari perkiraan awal sekitar 60 proposal, ternyata ada 157 proposal yang masuk. Ini menunjukkan semangat dosen untuk meneliti dan berinovasi semakin meningkat,” jelasnya.

Dia menambahkan, setiap proposal yang terpilih akan memperoleh pendanaan Rp 5 juta untuk meningkatkan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT). Pendanaan tersebut diharapkan dapat membantu peneliti menyempurnakan teknologi yang dikembangkan, termasuk menyiapkan draf paten hingga tahap pengajuan bagi inovasi yang belum memiliki paten.

Menurut Prof. Mudjiastuti, tujuan utama program ini bukan sekadar menghasilkan penelitian, melainkan mendorong hasil riset agar dapat diterapkan dan dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat maupun pemerintah.

”Kami berharap, penelitian dosen-dosen dapat menghasilkan suatu alat yang dipatenkan, kemudian didorong menuju hilirisasi. Hilirisasi berarti alat atau teknologi tersebut dapat digunakan oleh masyarakat maupun pemerintah sehingga penelitian dan pengabdian kita benar-benar berdampak,” ungkapnya.

Dalam proses seleksi, katanya, USM melibatkan reviewer dan tim pakar dari berbagai bidang, di antaranya ekonomi, lingkungan, mobilitas, transportasi, serta digital dan teknologi.

Keterlibatan para pakar tersebut bertujuan memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan perkotaan, khususnya dalam mendukung penerapan konsep smart city di Kota Semarang.

”Dalam rangkaian program selanjutnya, 30 tim terpilih akan mengikuti pendampingan pengembangan teknologi melalui kegiatan technical briefing, workshop, dan bootcamp. Tahapan ini ditujukan untuk meningkatkan kesiapan teknologi dan mempersiapkan hasil penelitian menuju proses hilirisasi,” jelasnya.

Dia mengatakan, puncak kegiatan direncanakan berlangsung pada 2 Desember 2026 melalui agenda pitching, demo day, pameran inovasi, dan pengumuman pemenang. Selain pendanaan awal sebesar Rp 150 juta bagi 30 proposal terpilih, panitia juga menyiapkan hadiah Rp 150 juta untuk para pemenang pada tahap akhir.

Dengan demikian, total alokasi pendanaan dan hadiah yang direncanakan dalam program tersebut mencapai Rp 300 juta.

”Kami berharap, melalui Hackathon USM Smart City Deep Tech 2026, USM dapat memperkuat ekosistem penelitian dan inovasi yang kolaboratif, menghasilkan teknologi yang berpotensi dipatenkan, serta mendorong pemanfaatan hasil riset untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan Kota Semarang,” tandasnya.

Salah satu reviewer, Prof. Dr. Indarto, S.E., M.Si menuturkan, proposal yang dinilai memiliki ide kreatif dan inovasi yang baik. Namun, setiap usulan tetap harus memenuhi sejumlah kriteria agar dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.

Menurutnya, aspek utama yang menjadi perhatian adalah kontribusi inovasi terhadap penyelesaian persoalan smart city di Kota Semarang. Proposal juga diharapkan terintegrasi dengan data dan program smart city pemerintah kota, sehingga teknologi yang dikembangkan memiliki relevansi dan manfaat nyata.

”Tema yang menonjol adalah proposal yang memiliki kontribusi terhadap permasalahan smart city di Kota Semarang. Inovasi tersebut harus memberikan solusi, terintegrasi dengan data dan program smart city, serta memiliki dampak nyata,” jelas Prof. Indarto.

Dia menambahkan, kesiapan teknologi dan aspek legalitas juga menjadi pertimbangan penting dalam penilaian. Oleh karena itu, para peneliti diharapkan terus mengembangkan kreativitas dan inovasi agar hasil penelitian dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan USM, Kota Semarang, dan Indonesia.

Dukungan terhadap pengembangan riset juga disampaikan Ketua Pengurus Yayasan Alumni Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Ir. Hj. Kesi Widjajanti, S.E., M.M.

Dia mengapresiasi keberhasilan LPPM USM memperoleh hibah nasional tersebut dan menilai tingginya jumlah proposal yang masuk sebagai indikasi meningkatnya antusiasme sivitas akademika dalam melakukan penelitian.

”Kami berharap, capaian tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya riset, meningkatkan produktivitas publikasi, serta mendorong dosen menghasilkan penelitian yang mampu meningkatkan daya saing dan reputasi universitas,” ungkapnya. St

Share This Article
Exit mobile version