Undip Lantik Pengelola Kampus di Berbagai Wilayah, Kampus Rembang Disiapkan Jadi Percontohan Tata Kelola Modern

Rektor Undip Prof Suharnomo beserta istri (tengah); Kepala Badan Pengelola Kampus Rembang Prof Budiyono beserta istri (kiri), dan Dekan Sekolah Vokasi Undip yang baru Prof I Nyoman Widiasa, beserta istri (kanan), seusai pelantikan, Senin (2/11/2026). Foto: Dok. SV

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Universitas Diponegoro (Undip) melantik sejumlah pejabat pengelola kampus di berbagai wilayah, termasuk Kepala Badan Pengelola Kampus Rembang (BPKR), dalam prosesi pelantikan yang berlangsung di Gedung SAMWA Undip, Semarang, Senin (2/11/2026).

Dalam pelantikan tersebut, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si., yang sebelumnya menjabat sebagai Dekan Sekolah Vokasi Undip selama dua periode (2016–2026), resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Badan Pengelola Kampus Rembang. Momentum ini sekaligus menandai dimulainya langkah pengembangan Kampus Undip Rembang menuju tata kelola yang lebih modern, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan prima.

Dalam arahannya, Rektor Undip menyampaikan harapan agar pengalaman dan keberhasilan pengembangan Sekolah Vokasi selama kepemimpinan Budiyono dapat menjadi bekal untuk mempercepat kemajuan Kampus Rembang. Rektor juga memberikan tantangan agar Kampus Rembang mampu berkembang hingga memiliki sedikitnya 2.000 mahasiswa dalam dua tahun mendatang dan mencapai kemandirian dalam tiga tahun.

Lebih jauh, Kampus Rembang diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan kampus yang unggul di lingkungan Undip, bahkan dengan kualitas tata kelola dan pelayanan yang mampu melampaui kampus utama. Arahan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi BPKR untuk membangun sistem pengelolaan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Budiyono Siapkan Model Tata Kelola Kampus Modern

Menanggapi amanah barunya, Budiyono menyampaikan komitmen untuk mengembangkan Kampus Undip Rembang sebagai percontohan tata kelola kampus modern. Menurutnya, kondisi Kampus Rembang yang masih relatif kecil justru menjadi peluang untuk membangun sistem pengelolaan yang baik sejak tahap awal pengembangannya.

“Kami melihat Kampus Undip Rembang yang saat ini masih relatif kecil sebagai peluang untuk membangun tata kelola kampus modern sejak awal. Insyaallah, kami akan berupaya menjadikannya sebagai kampus percontohan dalam transformasi digital, pelayanan prima, inovasi, dan keberlanjutan,” ujar Budiyono dalam pernyataan yang disiapkan untuk publikasi.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan tersebut akan diarahkan pada digitalisasi proses administrasi, layanan akademik dan nonakademik yang responsif, pengelolaan berbasis data, serta penerapan prinsip paperless administration.

Pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) juga direncanakan sebagai strategic enabler untuk mendukung efisiensi kerja, peningkatan kualitas layanan, dan pengambilan keputusan berbasis data. Di bidang keberlanjutan, BPKR akan menjajaki pengembangan program pengurangan sampah, pengelolaan limbah, efisiensi sumber daya, dan lingkungan kampus yang lebih ramah lingkungan.

“Bagi kami, kampus modern bukan sekadar kampus yang menggunakan teknologi digital, tetapi kampus yang tata kelolanya baik, pelayanannya unggul, dan inovasinya memberikan manfaat nyata,” tambah Budiyono.

Salah satu kekuatan yang akan dioptimalkan dalam pengembangan Kampus Rembang adalah keberadaan dua program studi, yakni Administrasi Publik dan Informatika.

Kedua bidang keilmuan tersebut dinilai memiliki potensi sinergi yang kuat dalam membangun sistem tata kelola kampus modern. Administrasi Publik dapat berkontribusi melalui pengembangan kebijakan, tata kelola organisasi, standar pelayanan, dan evaluasi kinerja. Sementara itu, Informatika dapat mendukung pengembangan sistem informasi, integrasi data, otomatisasi proses, dan inovasi digital.

Melalui sinergi tersebut, Budiyono berharap Kampus Rembang dapat berkembang menjadi living laboratory bagi inovasi tata kelola kampus, tempat mahasiswa dan dosen turut berkontribusi dalam pengembangan solusi nyata. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan internal, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.

Selain Kepala BPKR, Undip juga melantik sejumlah pejabat pengelola kampus lainnya, yaitu Prof. Dr. Eng. Munadi, S.T., M.T., sebagai Kepala Badan Pengelola Kampus Batang–Pekalongan; Prof. Dr. Ir. Bambang Waluyo Hadi Eko Prasetiyono, M.S., M.Agr., IPU., sebagai Kepala Badan Pengelola Kampus Jakarta; serta Prof. Dr. Agus Subagio, S.Si., M.Si., sebagai Kepala Badan Pengelola Kampus Jepara.

Pada kesempatan yang sama, Alfabetian Harjuno Condro Haditomo, S.Pi., M.Si., Ph.D., dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Pengelola Kampus Jepara. Pelantikan tersebut juga mencakup sejumlah ketua program studi, sekretaris program studi, dan supervisor di lingkungan Undip.

Penguatan kepemimpinan unit-unit pengelola kampus di berbagai wilayah ini diharapkan mendukung pemerataan pengembangan pendidikan tinggi Undip melalui tata kelola yang semakin baik.

Kepemimpinan Baru Sekolah Vokasi Undip

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Rektor Undip juga melantik Prof. Dr. Ir. I Nyoman Widiasa sebagai Dekan Sekolah Vokasi Undip yang baru, menggantikan Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si., yang telah menyelesaikan masa jabatannya pada 31 Oktober 2026.

Pergantian kepemimpinan tersebut ditandai dengan serah terima jabatan serta penyerahan buku Memori Akhir Jabatan Dekan Sekolah Vokasi Undip 2016–2026 dari Budiyono kepada dekan yang baru.

Dalam arahannya, Rektor Undip menekankan dua tantangan penting bagi kepemimpinan Sekolah Vokasi ke depan. Pertama, meningkatkan daya tarik dan reputasi pendidikan vokasi agar tidak lagi dipandang sebagai pilihan kedua oleh calon mahasiswa, melainkan menjadi pilihan utama karena keunggulan kompetensi, relevansi industri, dan prospek karier lulusannya.

Kedua, menindaklanjuti rencana pemindahan Sekolah Vokasi ke Kampus Pleburan sebagai bagian dari pengembangan kelembagaan dan fasilitas pendidikan. Bagi Budiyono, pergantian kepemimpinan tersebut sekaligus menjadi momentum kesinambungan pengabdian.

Setelah sepuluh tahun berkontribusi dalam pengembangan Sekolah Vokasi Undip, ia kini mengemban amanah baru untuk mendorong kemajuan Kampus Rembang. Dengan dukungan universitas, kolaborasi seluruh sivitas akademika, dan pengembangan tata kelola modern, Kampus Undip Rembang diharapkan mampu tumbuh menjadi kampus yang mandiri, inovatif, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan kemajuan Undip. she 

Share This Article
Exit mobile version