SEMARANG (Jatengdaily.com)— Peran Bhayangkari dalam mendukung tugas pengabdian anggota Polri terus berkembang. Tidak hanya menjadi pendamping suami dalam kehidupan keluarga, Bhayangkari juga didorong untuk hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kapasitas diri.
Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan workshop peningkatan kompetensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digagas Ketua Bhayangkari Polrestabes Semarang, dr. Donna Hery Wahyudi. Kegiatan yang berlangsung di Waterfall Cafe, Jalan Pramuka Nomor 999, Pudakpayung, Banyumanik, Kota Semarang, tersebut memadukan pelatihan kewirausahaan dengan penguatan mental dan peran perempuan dalam mendampingi tugas anggota Polri.
Dalam workshop tersebut, para peserta mendapatkan pelatihan praktis pembuatan produk fermentasi yang memiliki nilai ekonomi dan kesehatan, yakni teh kombucha dan roti fermentasi sourdough. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para Bhayangkari untuk mengembangkan UMKM sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah penugasan suami.
Ketua Bhayangkari Polrestabes Semarang, dr. Donna Hery Wahyudi, menekankan pentingnya peran istri anggota Polri dalam menciptakan lingkungan keluarga yang kuat sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, menjadi Bhayangkari bukan hanya tentang mendampingi suami dalam menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga bagaimana seorang istri mampu menjadi sumber kekuatan bagi keluarga dan berkontribusi positif di lingkungan sosial.
Melalui kegiatan pelatihan UMKM, para istri anggota Polri tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga didorong untuk memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian sekaligus memperkuat hubungan antara keluarga besar Polri dan masyarakat.
Tidak hanya berbicara mengenai kewirausahaan, workshop tersebut juga memberikan perhatian khusus terhadap ketahanan mental dan keseimbangan diri seorang istri anggota Polri.
Materi penguatan psikologis disampaikan Dr. Siti Hikmah, M.Psi., dosen UIN Walisongo Semarang, psikolog senior, sekaligus pemilik Waterfall Cafe. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, mengelola emosi, membangun komunikasi yang sehat, serta menciptakan keharmonisan keluarga.
Penguatan mental dinilai menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarga anggota Polri yang memiliki dinamika dan tuntutan tugas tersendiri. Sesi interaktif tersebut mengangkat semangat membangun perempuan yang tangguh dan keluarga yang terus bertumbuh. Para peserta pun mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh kekompakan.
Pelatihan pembuatan kombucha dan sourdough turut menghadirkan narasumber dari bidang kesehatan dan kewirausahaan. dr. Ossa, Sp.GK., dokter praktisi gizi klinik RSI Sultan Agung, memberikan pemahaman mengenai aspek nutrisi, manfaat kesehatan, serta pentingnya menjaga higienitas dalam pengolahan produk fermentasi.
Sementara itu, Riyanti Nurul, S.E., M.M., dari RSI Sultan Agung yang juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan merupakan penggiat sekaligus pengusaha kombucha di Semarang, turut memberikan wawasan praktis mengenai pengembangan produk.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang, Irfan, beserta jajaran. Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan memberikan perspektif tambahan mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja serta membangun kepedulian terhadap keberlangsungan ekosistem usaha dan masyarakat.
Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, Dr. dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., turut hadir dan memberikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara Bhayangkari Polrestabes Semarang dengan RSI Sultan Agung melalui Diklat RSI Sultan Agung.
“Kami dari RSI Sultan Agung melalui Diklat siap senantiasa mengawal dan bersinergi dengan Bhayangkari, tidak hanya dalam pendampingan standar kesehatan dan mutu produk UMKM, tetapi juga dalam penguatan kapasitas SDM ke depan,” ujar Dr. dr. Agus Ujianto.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa penguatan keluarga, pemberdayaan ekonomi, dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan.
Melalui peningkatan keterampilan UMKM, penguatan ketahanan mental, serta kolaborasi dengan institusi kesehatan dan jaminan sosial, Bhayangkari Polrestabes Semarang berupaya membangun perempuan yang tidak hanya kuat dalam mendampingi keluarga, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
Di bawah kepemimpinan dr. Donna Hery Wahyudi, semangat tersebut diharapkan terus berkembang menjadi gerakan pemberdayaan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Kekuatan mental keluarga dan kemandirian ekonomi pun menjadi dua fondasi penting dalam mendukung pengabdian anggota Polri, sekaligus mempererat kedekatan antara institusi Kepolisian dan masyarakat Kota Semarang. she


