Kirab Budaya Jadi Puncak Semarak Masta Unimus 2026

Kirab Budaya jadi puncak semarak Masta Unimus 2026. Foto: humas

SEMARANG (Jatengdaily.com)-  Semarak Kirab Budaya Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mewarnai puncak sekaligus penutupan rangkaian Masa Ta’aruf (Masta) Mahasiswa Baru Unimus 2026. Ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas turun ke jalan dengan mengenakan kostum beragam, membawa maskot, serta menyuarakan yel-yel yang menggambarkan semangat dan kekompakan masing-masing fakultas.

Kirab dibuka dan dilepas oleh Wakil Rektor III Unimus, Prof. Dr. Eny Winaryati, M.Pd., didampingi Wakil Rektor IV Muhammad Yusuf, S.Stp., M.Si., Ph.D. Sejumlah dekan, dosen, dan sivitas akademika Unimus turut hadir menyaksikan jalannya kegiatan.

Pelepasan peserta berlangsung di depan gerbang kampus Unimus. Dari titik tersebut, rombongan kirab bergerak menyusuri kawasan permukiman warga di sekitar kampus sebelum berakhir di depan Unimus Mart.

Masing-masing fakultas mengirimkan sekitar 150 mahasiswa sebagai perwakilan. Mereka berasal dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Fakultas Ekonomi, Hukum dan Bisnis, Fakultas Teknik, Fakultas Sains dan Teknologi Pertanian, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora, serta Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Digital.

Sejak rombongan diberangkatkan, suasana kirab berlangsung semarak. Setiap fakultas berusaha menampilkan ciri khasnya melalui kostum, maskot, hingga yel-yel yang dibawakan secara bersama-sama. Kreativitas tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi cara mahasiswa baru membangun kebersamaan sejak awal memasuki kehidupan kampus.

Dalam sambutannya, Prof. Eny Winaryati mengatakan Kirab Budaya menjadi bagian penting dari Masta Unimus 2026 yang tahun ini mengangkat tema “Green Campus for Culture Impact”.

Menurutnya, tema tersebut ingin memperlihatkan keterkaitan antara budaya, karakter mahasiswa, dan komitmen Unimus terhadap lingkungan. Konsep kampus hijau tidak hanya diwujudkan melalui lingkungan fisik kampus, tetapi juga diharapkan tumbuh menjadi karakter dan kesadaran bersama seluruh sivitas akademika.

“Green campus” yang dikembangkan Unimus, lanjutnya, menjadi sebuah inisiatif yang perlu dikenalkan dan dijalankan bersama. Karena itu, Kirab Budaya menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan semangat tersebut kepada mahasiswa baru sekaligus masyarakat di sekitar kampus.

Selain menjadi ajang kebersamaan mahasiswa, kegiatan ini juga memiliki misi untuk mendekatkan Unimus dengan masyarakat. Peserta kirab menyapa warga sepanjang rute sekaligus memberikan hiburan melalui berbagai penampilan.

Kirab juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Unimus kepada masyarakat, termasuk informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti sebagai seremoni penutup Masta, tetapi juga menjadi bagian dari interaksi kampus dengan lingkungan di sekitarnya.

Kemeriahan semakin terasa karena rangkaian kegiatan tidak hanya diisi dengan pawai. Mahasiswa baru juga menunjukkan kemampuan melalui lomba minat dan bakat. Beragam penampilan, mulai dari tari, menyanyi, drama, hingga kreativitas lainnya, tampil di hadapan peserta dan sivitas akademika.

Kirab Budaya Masta Unimus 2026 pun menjadi penutup yang penuh warna. Setelah menjalani rangkaian masa ta’aruf, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik dan kehidupan kampus, tetapi juga diajak mengenal lingkungan sosial di sekitarnya, membangun kekompakan, serta berani menunjukkan kreativitas sebagai bagian dari keluarga besar Unimus. she 

Share This Article
Exit mobile version