Kisah Gerhana Alumni Perdana Sekolah Vokasi Undip, Dari Magang hingga Berkarier di Jepang

Dekan Sekolah Vokasi Undip, Prof Budiyono (kiri) dan Gerhanan. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Kesempatan magang internasional dapat menjadi pintu masuk menuju karier global. Hal itu dibuktikan oleh Gerhana Zeta Dwi Raharjo, lulusan angkatan pertama Program Studi Bahasa Asing Terapan, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip), yang kini berhasil meniti karier profesional di Jepang.

Gerhana merupakan alumni konsentrasi Bahasa Jepang dari program studi yang relatif baru di Sekolah Vokasi Undip. Meskipun berasal dari angkatan pertama, ia berhasil membuktikan bahwa kompetensi yang diperoleh selama pendidikan vokasi mampu menjadi bekal untuk memasuki pasar kerja internasional.

Saat ini, Gerhana bekerja di 44-project Co., Ltd., sebuah perusahaan di Jepang. Berdasarkan kartu nama profesionalnya, ia bertugas sebagai staf penerjemahan dan pendukung kegiatan (translation and support staff).

Menariknya, Gerhana kembali bertemu dengan almamaternya ketika delegasi Sekolah Vokasi Undip melaksanakan kunjungan kerja ke Jepang pada Oktober 2026.

Dalam kunjungan tersebut, perusahaan tempat Gerhana bekerja menugaskannya untuk mendampingi delegasi Undip, termasuk menjadi penerjemah dalam pertemuan dengan Pemerintah Prefektur Gifu.

Pertemuan tersebut membahas peluang pengembangan kerja sama antara Undip dan Pemerintah Prefektur Gifu, khususnya perluasan kesempatan magang mahasiswa pada perusahaan-perusahaan di wilayah tersebut.

 

Berawal dari Magang Satu Tahun di Jepang

Perjalanan karier Gerhana tidak terjadi secara instan. Ketika masih menjadi mahasiswa Program Studi Bahasa Asing Terapan Undip, ia memperoleh kesempatan menjalani program magang di Jepang selama satu tahun.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk mengenal budaya kerja, meningkatkan kemampuan bahasa Jepang, serta memahami tuntutan lingkungan profesional internasional.

Setelah menyelesaikan masa magang, Gerhana kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan tugas akhir dan menuntaskan pendidikannya di Sekolah Vokasi Undip.

Setelah lulus, ia mengawali karier profesionalnya di JIPA Indonesia, perusahaan yang bergerak dalam layanan penempatan tenaga kerja ke Jepang.

Pengalaman tersebut kemudian mengantarkannya memperoleh kesempatan bekerja di 44-project Co., Ltd. di Jepang, tempat ia berkarier hingga sekarang.

Perjalanan tersebut memperlihatkan kesinambungan antara pendidikan, magang internasional, penyelesaian studi, dan pengembangan karier profesional.

 

Jadi Penerjemah

Salah satu pengalaman membanggakan dalam perjalanan karier Gerhana terjadi pada 22 Oktober 2026. Ketika delegasi Sekolah Vokasi Undip melakukan kunjungan resmi ke Pemerintah Prefektur Gifu, Gerhana mendapat kepercayaan dari perusahaannya untuk mendampingi kegiatan tersebut sebagai penerjemah.

Dalam pertemuan yang melibatkan Dekan Sekolah Vokasi Undip, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si., dan Go Yasuhiko, Deputy Executive Director, Department of Commerce, Labor and Industry, Pemerintah Prefektur Gifu, Gerhana membantu komunikasi antara delegasi Indonesia dan Jepang.

Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan bahasa asing tidak hanya diperlukan untuk komunikasi sehari-hari, tetapi juga memiliki peran penting dalam kegiatan profesional dan hubungan kelembagaan internasional.

Bagi Budiyono, kesempatan menyaksikan langsung kiprah alumninya di Jepang merupakan pengalaman yang membanggakan.

“Gerhana merupakan lulusan angkatan pertama Bahasa Asing Terapan Sekolah Vokasi Undip. Dalam usia yang masih muda, ia sudah mampu bekerja secara profesional di Jepang, bahkan dipercaya menjadi penerjemah dalam pertemuan resmi dengan Pemerintah Prefektur Gifu. Ini menunjukkan bahwa lulusan vokasi kita memiliki potensi untuk berkembang dan dipercaya di tingkat internasional,” ujar Budiyono.

Dalam dialog dengan Dekan Sekolah Vokasi Undip, Gerhana menyampaikan bahwa saat ini ia ingin memaksimalkan kesempatan bekerja di Jepang dengan menunjukkan kinerja terbaik.

Ia juga terbuka terhadap kemungkinan pengembangan karier di negara lain pada masa mendatang apabila terdapat peluang yang sesuai. Orientasi tersebut menunjukkan semangat untuk terus belajar, berkembang, dan beradaptasi dengan berbagai kesempatan profesional.

Gerhana juga memiliki pandangan yang realistis mengenai penghasilan dan perencanaan masa depan. Ketika ditanya mengenai kecukupan penghasilan selama bekerja di Jepang, ia menyampaikan bahwa penilaian terhadap gaji bersifat relatif. Namun, baginya penghasilan yang diterima saat ini sudah mencukupi.

Ia berupaya mengelola pendapatannya secara bijaksana, termasuk dengan menabung sebagai bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan bekerja di luar negeri tidak hanya berkaitan dengan besarnya penghasilan, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan, merencanakan masa depan, dan memanfaatkan kesempatan secara bertanggung jawab.

 

Pendidikan Vokasi sebagai Fondasi Karier Global

Dalam kesempatan yang sama, Budiyono juga meminta masukan Gerhana mengenai relevansi kurikulum Program Studi Bahasa Asing Terapan dengan kebutuhan dunia kerja.

Gerhana menyampaikan bahwa secara umum mata kuliah yang diperoleh selama menempuh pendidikan sudah cukup memberikan bekal untuk memasuki dunia profesional.

Menurutnya, perkembangan kompetensi selanjutnya sangat bergantung pada kemauan dan inisiatif masing-masing mahasiswa untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

Masukan tersebut menjadi umpan balik yang berharga bagi Sekolah Vokasi Undip dalam mengevaluasi relevansi pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja internasional.

Budiyono menilai bahwa pengalaman Gerhana mencerminkan pentingnya pendidikan vokasi yang tidak hanya memberikan keterampilan awal, tetapi juga membentuk kemampuan lulusan untuk terus berkembang setelah meninggalkan kampus.

“Pendidikan vokasi tidak berhenti ketika mahasiswa lulus. Kita ingin menghasilkan alumni yang memiliki fondasi kompetensi dan karakter yang kuat, sehingga mampu terus belajar, beradaptasi, dan berkembang mengikuti perubahan dunia kerja,” jelasnya.

Kisah Gerhana menjadi salah satu contoh nyata penguatan Global Employability yang terus dikembangkan Sekolah Vokasi Undip. Melalui pendidikan berbasis kompetensi, penguasaan bahasa asing, dan pengalaman magang internasional, mahasiswa dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja yang semakin terbuka dan kompetitif.

Perjalanan Gerhana, dari mahasiswa magang selama satu tahun di Jepang, kembali ke Undip untuk menyelesaikan pendidikan, bekerja di Indonesia, hingga akhirnya membangun karier profesional di Jepang, memperlihatkan bahwa pendidikan vokasi dapat menjadi fondasi mobilitas karier internasional.

Lebih dari itu, keinginannya untuk terus meningkatkan kemampuan dan terbuka terhadap peluang di negara lain mencerminkan karakter lulusan yang adaptif dan berorientasi pada pengembangan diri sepanjang hayat.

Bagi Sekolah Vokasi Undip, keberhasilan alumni seperti Gerhana menjadi bukti penting bahwa kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik selama kuliah, tetapi juga dari kemampuan lulusan untuk memperoleh kepercayaan, berkontribusi, dan berkembang dalam dunia kerja nyata.

Dari ruang kuliah di Semarang hingga mendampingi pertemuan resmi di Jepang, perjalanan Gerhana menunjukkan bahwa kompetensi vokasi dapat membuka jalan menuju kesempatan global.

Kisah ini sekaligus memperkuat semangat Sekolah Vokasi Undip menuju World-Class Vocational School yang menghasilkan lulusan kompeten, adaptif, dan mampu memberikan dampak nyata. she 

Share This Article
Exit mobile version